Adakah Perhatian Untuk Mereka ?
Oleh :
RIA HARMAYANI
Tulisan pertama yang butuh banyak kritikan.
Thanks to : Prof. Suhubdy,, Guru nulis saya.. Terima kasih atas bimbingan dan suntikan semangatnya.
Bagi sebagian orang, rumput bukanlah sesuatu yang berharga dan hanya dianggap sebagai hiasan taman, yang kerap kali terinjak oleh kaki-kaki yang tak bertanggung jawab dan mereka yang tidak pernah memiliki penghargaan sedikitpun bagi makhluk ciptaan Tuhan. Namun, disisi lain rumput-rumput itu mampu memberikan penghidupan dan secercah rasa syukur bagi bocah-bocah yang penuh dengan kerja keras.
Menyimak judul tulisan ini, agaknya suatu hal yang tak masuk akal dan membuat setiap pembacanya menjadi bertanya-tanya. Namun hal tersebut sesungguhnya memang benar terjadi dan dapat dilihat setiap harinya diberbagai desa di wilayah Lombok Barat dan tampaknya belum ada perhatian untuk mereka.
Berikut ini adalah uraian singkat mengenai bagaimana dan mengapa fenomena tersebut dapat terjadi dan apa saja pengaruhnya bagi kehidupan bocah-bocah penyabit duit itu.
Istilah untuk penyabit duit itu diberikan pada bocah-bocah yang setiap harinya harus bekerja untuk menyabit rumput dan terpaksa harus ikut membanting tulang membantu orang tua mereka.
Bocah-bocah berwajah polos yang memiliki segudang impian dan penuh harapan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik, terpaksa harus menyimpan dalam-dalam impiannya setiap hari. Karena setiap pagi hari, mereka harus meninggalkan hak mereka untuk menuntut ilmu. Begitu pula di sore harinya, bocah-bocah itu harus mengurangi waktu bermain mereka untuk menuju ke pematang-pematang sawah dan tepi-tepi jalan desa yang banyak ditumbuhi rumput-rumput lapangan.
Sungguh ironis memang membayangkan hal tersebut, bocah-bocah yang seharusnya duduk manis dibangku sekolah dan asyik bermain bersama teman-teman sebayanya di halaman rumah dan lapangan, harus mampu menerima kenyataan yang ada dan setiap harinya harus disibukkan dengan pekerjaan menyabit rumput yang biasa dilakukan oleh orang tua mereka atau oleh para peternak.
“Tangan-tangan mungil yang seharusnya memegang buku pelajaran dan pulpen, harus piawai memegang dan mengayunkan sabit agar tak melukai tangan-tangan manis mereka”
Mampukah anda membayangkan hal tersebut? Begitu memilukan bila membayangkannya. Inikah gambaran generasi Indonesia kini, seiring bertambah majunya ilmu pengetahuan dan teknologi? Seharusnya masih ada jawaban yang lebih bijaksana untuk menjawab pertanyaan itu.
Namun, entah apa yang ada dalam fikiran orang tua-orang tua yang membiarkan anak-anak mereka yang masih berusia 7-10 tahun, ikut bekerja keras dan menjadikan fenomena tersebut sebagai sesuatu yang wajar sehingga merupakan suatu kebiasaan yang turun menurun.
Rendahnya tingkat ekonomi dan pengetahuan, inilah yang menjadi beberapa alasan mengapa fenomena tersebut tetap berjalan. Hanya saja hal itu bukanlah menjadi alasan yang tepat untuk mempertahankan kondisi tersebut.
Di sisi lain, bocah-bocah penyabit rumput itu mampu menjadi mesin pencetak uang. Hanya dengan bermodalkan sebuah sabit, satu buah keranjang dan teknik menyabit yang asal-asalan, satu orang bocah dapat mengantongi uang sebesar Rp. 20.000,- hingga Rp. 30.000,- setiap harinya.
Pada pagi hari, mereka mulai menyabit rumput sekitar pukul enam dan di sore harinya sekitar pukul empat sore, dan mampu menyabit rumput sebanyak 2 hingga 3 keranjang penuh setiap harinya. Dimana satu keranjangnya dijual dengan harga Rp. 10.000,- dan berat satu keranjang rumput dapat mencapai 10 kg.
“Sungguh penghasilan yang dapat dikatakan funtastik bagi seorang bocah yang tak hanya mampu menghidupi dirinya tetapi juga menghidupi keluarganya. Pantaslah bila kita menyebutnya sebagai pahlawan bersenjata sabit. Karena mereka tak hanya menjadi pahlawan bagi keluarga, tetapi pahlawan bagi para peternak serta ternaknya. Sungguh besar jasa-jasa mereka bagi kelangsungan usaha peternakan dan membantu masyarakat yang membutuhkan rumput”
Para peternak yang menjadi konsumen dari bocah-bocah penyabit itu, mereka sangat senang membeli rumput hasil sabitan bocah-bocah penyabit. Bagi mereka harga perkeranjangnya masih terjangkau oleh kantong peternak, selain itu lebih mudah dan praktis mendapat rumput, juga dapat menghemat tenaga untuk menjaga ternaknya.
“Inilah gambaran nyata dari para bocah yang kesehariannya menjadi penyabit uang. Dari pekerjaan menyabit dan mengisi keranjang dengan rumput, mereka mampu menyulapnya menjadi uang yang dapat mengisi kantong-kantong celana mereka yang telah kosong dan tak pernah terisi karena kerasnya kehidupan”
Kerasnya hidup memang terkadang membuat kita putus asa dan melupakan impian terindah itu. Pertanyaannya sekarang adalah masih adakah perhatian dan kepedulian kita untuk mereka? Dan apa yang dapat kita berikan untuk memperbaiki fenomena tersebut untuk menjadikan anak-anak Indonesia menjadi generasi yang selalu semangat dan cerdas.
Kamis, 24 Maret 2011
Minggu, 13 Maret 2011
PENGELOLAAN AIR TERPADU (Menjadikan Manusia Bersahabat Dekat Dengan Air)
KARYA TULIS ILMIAH
MERAIH PENGHARGAAN JUARA HARAPAN 1
DAN DI PRESENTASIKAN DI DEPAN DEWAN JURI
PADA LOMBA KARYA TULIS ILMIAH ANTAR PELAJAR DAN MAHASISWA DALAM RANGKA HARI AIR SEDUNIA KE 22 DI KANTOR DINAS PU PROVINSI NTB
OLEH :
RIA HARMAYANI
B1B 007 019
JURUSAN ILMU NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2010
INTI SARI
Air sangat penting sehingga membuat kehidupan tak akan berjalan tanpa adanya air. Air yang ada di bumi terbentuk karena adanya siklus hidrologi. Siklus inilah yang perlu dijaga agar tetap berjalan normal. Bila siklus tersebut berjalan normal, maka dapat mempertahankan kuantitas dan kualitas air bumi.
Saat ini siklus hidrologi tak lagi berjalan normal, karena terganggu oleh penyalahgunaan air dan berbagai kegiatan manusia dalam mempertahankan hidupnya. Kegiatan-kegiatan manusia yang tak sewajarnya dan penyalahgunaan air tersebut seperti dalam bidang industri, rumah tangga, pertanian, kehutanan dan berbagai aspek lainnya. Masalah penebangan hutan dan global warming juga merupakan penyebab terganggunya siklus hidrologi yang ditandai dengan kekeringan panjang pada musim kemarau dan banjir pada musim penghujan.
Upaya pengelolaan air yang paling mudah, cepat dan praktis adalah dengan memulai dari diri sendiri untuk mengefisienkan penggunaan air dan adanya kerjasama berbagai aspek kehidupan untuk bersama-sama mengatasi masalah rendahnya kuantitas dan kualitas air saat ini. Misalnya dalam bidang kehutanan dan pertanian dengan mendukung, mensukseskan dan melaksanakan NTB hijau untuk penanaman pohon dan tanaman pangan.
Dengan adanya pengelolaan air terpadu yang melibatkan semua aspek kehidupan manusia, maka diharapkan masing-masing aspek tersebut mampu berjalan sebagaimana mestinya tanpa harus merusak lingkungan air. Sehingga manusia mampu bersahabat dekat dengan air dan saling menguntungkan.
PENDAHULUAN
1.LATAR BELAKANG
Air memang tampak sederhana, sesederhana kata ‘air’ itu sendiri. Namun, ketidakberdayaan makhluk hidup tanpa air semestinya membuat kita berfikir bahwa air ternyata menyimpan segudang informasi yang sungguh penting. Dengan memiliki pengetahuan inilah kita akan mengetahui betapa air, molekul yang hanya tersusun atas dua atom hidrogen dan satu atom oksigen, adalah cairan yang sangat luar biasa. Dibalik segala keistimewaannya, air juga dapat mendatangkan bencana.
Kekeringan atau banjir adalah dua bencana akibat air yang sangat kurang atau terlalu berlimpah. Ini adalah isyarat penting betapa air tidak sekedar diciptakan begitu saja. Namun, air juga harus ada tersedia dalam jumlah yang seimbang agar kehidupan di bumi dapat berlangsung dengan baik.
Ketersediaan air di bumi sangat diperngaruhi oleh siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi dapat berjalan secara kontinyu.
Jumlah air di bumi sangat banyak, baik dalam bentuk cairan, uap, maupun padat/ es. Jumlah air seakan terlihat semakin banyak karena es di kutub utara dan kutub selatan mengalami pencairan terus-menerus akibat pemanasan global bumi sehingga mengancam kelangsungan hidup manusia di bumi.
Namun, hal tersebut berbanding terbalik dengan apa yang kita rasakan saat ini. Setiap hari air semakin sulit untuk didapat dan menjadi barang mahal. Kini, kita harus membeli air untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Entah apa jadinya dunia tanpa air. Tentu kita tak pernah membayangkan bila air sudah tak ada lagi, maka kehidupan pun tak akan pernah ada.
Kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam mempertahankan hidupnya, justru memperparah keadaan alam dan lingkungan yang tidak bersahabat. Banyak penyalahgunaan lahan/ konversi lahan, penebangan hutan/ pembalakan liar dan tidak tidak adanya efisiensi dalam pemanfaatan air. Terkadang manusia mampu menjadi pahlawan untuk lingkungan tetapi di sisi lain, ada pula individu yang serakah dan egois dalam bertindak.
Untuk mengetahui dan memecahkan permasalahan di atas, inilah yang melatarbelakangi kami menyusun karya ilmiah ini. Informasi dari karya ilmiah ini, diharapkan dapat memberikan informasi dan tambahan pengetahuan bagi para pembaca, agar dapat mendorong perubahan dalam mencapai kehidupan dan lingkungan air yang bersahabat dan saling menguntungkan.
2.RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang terdapat dalam karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1.Mengapa kualitas dan kuantitas air bumi saat ini menurun?
2.Apakah dampak penurunan kualitas dan kuantitas air bumi bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat?
3.Bagaimana menjadikan air sebagai sahabat dekat manusia?
4.Bagaimana manajemen pengelolaan air terpadu dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kuantitas air?
3.TUJUAN PENULISAN
Karya ilmiah ini bertujuan untuk :
1.Mengetahui penyebab penurunan kualitas dan kuantitas air di bumi,
2.Mengetahui dampak yang terjadi karena penurunan kualitas dan kuantitas air bumi, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat,
3.Mengetahui bagaimana menjadikan air sebagai sahabat manusia dan manajemen pengelolaan air terpadu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas air yang merupakan kerjasama berbagai bidang kehidupan.
4.MANFAAT PENULISAN
Karya ilmiah ini memiliki manfaat sebagai berikut :
1.Sebagai media informasi dan pembelajaran mengenai manajemen pengelolaan air secara terpadu,
2.Menyadarkan masyarakat untuk saling bekerjasama disegala bidang kehidupan, dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas air.
TINJAUAN PUSTAKA
Air yang ada di bumi terbentuk karena adanya siklus hidrologi, dimana siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Siklus inilah yang perlu dijaga agar tetap berjalan normal. Bila siklus tersebut berjalan normal, maka dapat mempertahankan kuantitas dan kualitas air bumi (http://www.lablink.or.id/).
Air, benda yang paling berharga di dunia, saat ini mengalami penurunan kualitas dan persediaannya sudah sampai pada tahap yang kritis. Bukan hanya di Indonesia yang mengalami masalah air ini, tapi masyarakat dunia pun sedang mengahadapi persolan yang sama. Penurunan kualitas dan persediaan air akibat tercemar limbah seperti limbah industri, limbah rumah tangga dan limbah yang lainnya (http://m.cybermq.com)
Laju kerusakan hutan NTB mencapai 20 ribu hektar pertahun yang menjadi persoalan mendasar yang perlu dipecahkan, karena persoalan tersebut membawa permasalahan baru yakni menyusutnya mata air yang terjadi begitu cepat (http://infostatntb.wordpress.com/).
Masalah air terjadi karena adanya peningkatan penduduk bumi sehingga meningkatkan pula kebutuhan air. Kebutuhan yang meningkat akan semakin menekan pada sistem air global yang berkaitan dengan efek pemanasan global. Peningkatan jumlah penduduk dan ekonomi menjadi pendorong utama kebutuhan air, sementara itu ketersediaannya dipengaruhi oleh peningkatan evaporasi (penguapan) akibat peningkatan temperatur permukaan bumi (http://assets.wwfid.panda.org/downloads/watershed_ina_lores.pdf).
Peristiwa banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara dan Kabupaten Sumbawa Barat, NTB terjadi pada tanggal 9 dan 10 Januari 2009. Kejadian ini terjadi karena tingginya curah hujan sepanjang tanggal 9-10 Januari 2009 yang menyebabkan bobot massa tanah bertambah sehingga terjadi gerakan tanah pada lereng bagian atas yang lemah yang berbatasan dengan batuan keras pada bagian bawah.
Material longsor diperkirakan membendung aliran sungai yang kemudian jebol karena tidak sanggup menahan kuatnya aliran air. Volume air yang besar kemudian mengalir di sepanjang aliran dengan menggerus bagian kiri, kanan dan dasar sungai sehingga menyebabkan banjir bandang yang melanda pemukiman di lereng bagian bawah (http://www.ppk-depkes.org/)
Pertanian beririgasi merupakan pengguna air terbesar. Pada umumnya, lebih 80% dari air yang ada dicurahkan khusus untuk pertanian. Tetapi karena biasanya air disalurkan dengan gratis atau dengan tarif yang banyak disubsidi, maka kecil sekali dorongan niat untuk menggunakan air secara efisien dan retribusinya, jika ada, tidak akan mencukupi untuk pemeliharaan yang layak
(http://klm-micro.com/blog/)
Bidang industri sesungguhnya menggunakan air jauh lebih sedikit apabila dibandingkan dengan bidang pertanian (irigasi), namun dampaknya lebih parah bila dipandang dari dua segi. Pertama, penggunaan air bagi industri sering tidak diatur dalam kebijakan sumber daya air nasional, maka cenderung berlebihan. Kedua, pembuangan limbah industri yang tidak diolah dapat menyebabkan air permukaan atau air bawah tanah menjadi terlalu berbahaya untuk dikonsumsi
(http://www.usia.gov/posts/jakarta/)
Konversi lahan pertanian yang semakin meningkat akhir-akhir ini merupakan salah satu ancaman terhadap keberlanjutan pertanian. Salah satu pemicu alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan lain adalah rendahnya isentif bagi petani dalam berusaha tani dan tingkat keuntungan berusahatani relatif rendah (http://www.tempointeraktif.com/nasional/)
Situasi di wilayah perkotaan jauh lebih jelek daripada di daerah sumber air. Banyak rumah tangga yang terlayani terpaksa merawat WC dengan cara seadanya karena langkanya air, dan tanki septik membludak karena layanan pengurasan tidak dapat diandalkan, atau hanya dengan menggunakan cara-cara lain yang sama-sama tidak tuntas dan tidak sehat.
Kira-kira 30% penduduk perkotaan harus menerima keadaan bahwa mereka tidak memiliki perangkat sanitasi yang memadai. Hal ini berarti bahwa dalam suatu kota berpenduduk 10 juta orang, setiap hari ada kira-kira 750 ton limbah manusia yang tak tertampung dan menumpuk di sembarang tempat -mungkin 250.000 ton zat-zat penyebab penyakit tersebar di jalan-jalan dan di tempat-tempat umum, atau di saluran-saluran air (http://klm-micro.com/blog/)
METODOLOGI PENULISAN
Metodologi penulisan yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah studi kepustakaan dari perpustakaan Universitas Mataram, data-data sekunder diambil dari artikel dan brosur-brosur, data-data sekunder dari Badan Pusat Statistik, Bapeda dan browsing internet.
PEMBAHASAN
1.MENURUNNYA KUALITAS DAN KUANTITAS AIR BUMI
Menurunnya kualitas dan kuantitas air saat ini disebabkan karena siklus hidrologi yang merupakan proses terbentuknya air bumi telah terganggu dan tidak lagi berjalan dengan normal.
Siklus hidrologi terus bergerak secara kontinyu, yaitu dengan cara sebagai berikut :
1.Evaporasi, transpirasi dan Evapotranspirasi (Penguapan),
2.Kondensasi (pengembunan),
3.Presipitasi (pembentukan hujan) dan
4.Perkolasi / Infiltrasi (pembentukan air bawah tanah)
Bila salah satu dari proses di atas terganggu, maka akan mengganggu proses yang lain karena pada dasarnya siklus hidrologi tersebut memiliki proses yang berputar dan setiap prosesnya saling mendukung.
Tidak normalnya siklus hidrologi disebabkan oleh banyak faktor, selain karena umur bumi yang sudah tua, berbagai kegiatan manusia juga menimbulkan dampak yang memperparah ketidaknormalan siklus hidrologi tersebut. Salah satu contoh kegiatan manusia seperti penebangan liar pada hutan-hutan yang masih produktif, yang merupakan sumber mata air. Penebangan hutan yang terus terjadi menyebabkan kerusakan hutan.
Badan Pusat Statistik NTB menyatakan pada tahun 2009 yang lalu, laju kerusakan hutan NTB mencapai 20 ribu hektar pertahun yang menjadi persoalan mendasar yang perlu dipecahkan, karena persoalan tersebut membawa permasalahan baru yakni menyusutnya mata air yang terjadi begitu cepat. Selain itu, menyebabkan terjadinya pemanasan global.
Pemanasan global atau yang dikenal dengan istilah global warming begitu hangat dibicarakan beberapa tahun terakhir ini, karena manusialah yang paling merasakan dampaknya. Karena pemanasan global yang terjadi, iklim di Nusa Tenggara Barat sejak 2008 lalu suhunya naik lebih cepat dari rata-rata dunia, yang terjadi akibat degradasi sumber daya alam di Nusa Tenggara Barat relative parah, sehingga terindikasi dari kenaikan suhu udara selama 35 tahun terakhir.
Kenaikan suhu udara periode januari 1971 sampai 2006 rata-rata 0.5oC atau melampaui kenaikan suhu rata-rata dunia sebesar 0.7 oC per 100 tahun. Pada periode tahun yang sama, di Provinsi Nusa Tenggara Barat suhu maksimal sebesar 32 oC, namun 35 tahun terakhir meningkat menjadi 34-35 oC. Kenaikan suhu udara itu, antara lain dipicu oleh kerusakan lingkungan, terutama kawasan hutan dan pertanian yang kemudian berpengaruh terhadap segala bidang kehidupan sosial (http : //raisfawwazi.blogspot.com)
Salah satu persoalan kebutuhan manusia yang terpengaruh sebagai dampak pemanasan global tersebut adalah ketersedian air. Ketersediaan air merupakan permasalahan yang penting yang terkait dengan perubahan iklim. Masalah air terjadi karena adanya peningkatan penduduk bumi sehingga meningkatkan pula kebutuhan air.
Kebutuhan yang meningkat akan semakin menekan pada sistem air global yang berkaitan dengan efek pemanasan global. Peningkatan jumlah penduduk dan ekonomi menjadi pendorong utama kebutuhan air, sementara itu ketersediaannya dipengaruhi oleh peningkatan evaporasi (penguapan) akibat peningkatan temperatur permukaan bumi
(http://assets.wwfid.panda.org/downloads/watershed_ina_lores.pdf)
Selain adanya pengaruh pemanasan global, penurunan kualitas dan persediaan air adalah akibat dari pencemaran limbah seperti limbah industri, limbah rumah tangga dan limbah yang lainnya. Untuk mengetahui kualitas air dalam suatu perairan, dapat dilakukan dengan mengamati beberapa parameter kimia, seperti oksigen terlarut (Dissolved Oxygen = DO) dan kebutuhan oksigen biologis (Biological Oxy-gen Demand= BOD).
Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen = DO) dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan. Disamping itu, oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik dalam proses aerobik. Sumber utama oksigen dalam suatu perairan berasal sari suatu proses difusi dari udara bebas dan hasil fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan tersebut. Kecepatan difusi oksigen dari udara, tergantung sari beberapa faktor, seperti kekeruhan air, suhu, salinitas, pergerakan massa air dan udara seperti arus, gelombang dan pasang surut (http://m.cybermq.com).
Untuk mengetahui kualitas air PDAM di wilayah Nusa Tenggara Barat, dapat dilihat pada tabel berikut :
Data Bakteriologis dan Status Desinfeksi PDAM NTB Tahun 2009
Propin-si Kabu-paten/
Kota Tri-
wu-lan Ta-hun Jum-
lah
SR PDAM Jum-lah
sam-pel
bakte-riol %
hasil sam-pel
TAR %
hasil sam-pel
RR %
hasil sam-pel
RT Jum-lah
Sam-pel
Sisa Khlor MS
Sisa
Khlor
NTB PDAM Menang Mataram 1 2002 35000 102 65 35 102 28
NTB PDAM Menang Mataram 2 2002 35000 104 71 29 104 29
NTB PDAM Menang Mataram 4 2002 35000 59 80 20 59 56
NTB PDAM Menang NTB 3 2002 35000 103 67 33 103 43
NTB PDAM Mataram 1 2003 40000 196 92,9 0,5 6,6
Sumber : http://www.google.co.id/search?q=pdam+ntb+dalam+angka&btnG=Telusuri&hl=id&client=firefox-a&channel=s&sa=2
2.DAMPAK TERGANGGUNYA KUALITAS DAN KUANTITAS AIR DI NUSA TENGGARA BARAT
Salah satu dampak terganggunya kualitas dan kuantitas air di NTB adalah banjir dan tanah longsor akibat tingginya curah hujan. Peristiwa banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara dan Kabupaten Sumbawa Barat, NTB terjadi pada tanggal 9 dan 10 Januari 2009. Disamping menyebabkan rusaknya 30 rumah penduduk, terputusnya jalur penghubung antar pemukiman sebagai akibat rusaknya jembatan, dan putusnya pipa saluran air bersih di Dusun Todo, Desa Bentek, juga mengakibatkan rusaknya beberapa PLTMH di Kabupaten Lombok Barat (http://www.ppk-depkes.org/)
Karena tingginya curah hujan, bobot massa tanah bertambah sehingga terjadi gerakan tanah pada lereng bagian atas yang lemah yang berbatasan dengan batuan keras pada bagian bawah. Material longsor diperkirakan membendung aliran sungai yang kemudian jebol karena tidak sanggup menahan kuatnya aliran air. Volume air yang besar kemudian mengalir di sepanjang aliran dengan menggerus bagian kiri, kanan dan dasar sungai sehingga menyebabkan banjir bandang yang melanda pemukiman di lereng bagian bawah.
Akibat insiden tanah longsor tersebut, beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah mengalami kerusakan. PLTMH tersebut adalah Sedau I, Sedau II, Selelanai dan Lantan, dengan total kerugian lebih dari Rp. 3 miliar. Diperkirakan layanan listrik untuk ± 1.150 KK akan terputus sampai dengan beroperasinya kembali PLTMH tersebut.
3.MENJADIKAN AIR SEBAGAI SAHABAT DEKAT MANUSIA
Setiap tanggal 22 Maret diperingati sebagai World Water Day (Hari Air Sedunia). Air, benda yang paling berharga di dunia, saat ini mengalami penurunan kualitas dan persediaannya sudah sampai pada tahap yang kritis. Bukan hanya di Indonesia yang mengalami masalah air ini, tapi masyarakat dunia pun sedang mengahadapi persolan yang sama. Penurunan kualitas dan persediaan air akibat tercemar limbah seperti limbah industri, limbah rumah tangga dan limbah yang lainnya.
Kesadaran dan kepedulian dari seluruh masyarakat dunia diperlukan untuk memanfaatkan dan melestarikan sumber daya air (SDA) secara berkelanjutan. Maka kita sebagai makhluk yang 70 %-nya terdiri dari air seharusnya menyadari bahwa air mempunyai peranan yang sangat vital. Dan air pun merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak, sehingga perlu dilindungi agar dapat tetap bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Sekitar 71 % dari muka bumi ini adalah air. Kehidupan hampir seluruhnya air, 50 sampai 97 persen dari seluruh berat tanaman dan hewan hidup juga air. Oleh karena itu, “Mari Kita Selamatkan Air Mulai Saat ini” dan “Menjadikan Air Sebagai Sahabat Dekat Manusia”
Salah satu caranya adalah mengurangi pencemaran terhadap air, membuang sampah pada tempat yang semestinya, jangan membuang sampah ke selokan, menanam kembali pohon-pohon yang dapat menyerap air dan menyimpan air. Selain menyelamatkan persediaan air (kuantitas), kita juga perlu mempertimbangkan kualitas airnya. Selain itu, dengan menggunakan air seefisien mungkin, mampu menjadikan hal kecil menjadi sesuatu yang besar untuk lingkungan dan kehidupan.
4.MANAJEMEN PENGELOLAAN AIR TERPADU
Usaha peningkatan kualitas dan kuantitas air dilaksanakan secara bersama-sama dan saling mendukung antar segala bidang kehidupan, misalnya dalam bidang pertanian, kehutanan, industri, rumah tangga, dll. Dengan adanya kerja sama disemua bidang kehidupan, untuk menciptakan keseimbangan air di bumi dan menjaga siklus hidrologi yang berlangsung normal.
Manajemen pengelolaan air terpadu dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
1.Bidang Pertanian
Pertanian beririgasi merupakan pengguna air terbesar. Pada umumnya, lebih 80% dari air yang ada dicurahkan khusus untuk pertanian. Tetapi karena biasanya air disalurkan dengan gratis atau dengan tarif yang banyak disubsidi, maka kecil sekali dorongan niat untuk menggunakan air secara efisien dan retribusinya, jika ada, tidak akan mencukupi untuk pemeliharaan yang layak. Maka hasilnya ialah penggunaan yang sangat tidak efisien, efisiensinya kira-kira hanya di bawah 40% untuk seluruh dunia dan kemerosotan mutu yang semakin melaju pada sistem yang semakin besar.
Sesungguhnya efisiensi dapat ditingkatkan dengan baik, yakni dengan perbaikan cara pengoperasian dan pemeliharaan sistemnya, perbaikan saluran, pendataran lahan supaya pembagian air dapat merata, penyesuaian antara banyaknya pelepasan air dari tandon dan keperluan senyatanya di daerah hilir dan pengelolaan yang lebih efektif apabila air tersebut sudah sampai di lahan pertanian atau dengan menggunakan teknik yang lebih efisien seperti irigasi tetesan.
Perbaikan-perbaikan semacam itu sangat penting mengingat besarnya dampak permintaan irigasi dan rasa keadilan bagi penduduk perkotaan yang berjuang untuk kelangsungan pasokan air yang memadai. Penghamburan air sungguh disayangkan sebab biasanya hal tersebut tidak diikuti dengan peningkatan produktivitas pertanian seperti yang diharapkan. Tiadanya penyaluran air yang baik pada lahan yang diairi dengan irigasi (untuk penghematan dalam jangka pendek) dapat berakibat terjadinya kubangan dan penggaraman yang akhirnya dapat menyebabkan hilangnya produktivitas.
Sumber-sumber air juga mengalami kemerosotan mutu. Di samping pencemaran dari limbah industri dan limbah perkotaan yang tidak diolah, sumber-sumber tersebut juga mengalami pengotoran berat dari sisa-sisa dari lahan pertanian. Konsep pertanian berkelanjutan haruslah menjamin kualitas lahan kita tetap produktif dengan menerapkan upaya konservasi dan rehabilitasi terhadap degradasi.
Kebijakan pembangunan pertanian dewasa ini, lebih banyak terfokus kepada usaha yang mendatangkan keuntungan ekonomi jangka pendek dan mengabaikan multifungsi yang berorientasi pada keuntungan jangka panjang dan keberlanjutan (sustainabilitas) sistem usaha tani. Pertanian berkelanjutan, suatu bentuk yang memang harus dikembangkan jika kita ingin menjadi pewaris yang baik yang tidak semata memikirkan kebutuhan sendiri tetapi berpandangan visioner ke depan.
Pembangunan pertanian berkelanjutan menyiratkan perlunya pemenuhan kebutuhan (aspek ekonomi), keadilan antar generasi (aspek sosial) dan pelestarian daya dukung lingkungan/ lahan (aspek lingkungan). Sehingga harus ada keselarasan antara pemenuhan kebutuhan dan pelestarian sumber daya lahannya. Berbagai praktek explorasi lahan yang tidak sesuai dengan daya dukung lahannya hendaklah dihindari. Penggunaan lahan diatas daya dukung lahan haruslah disertai dengan upaya konservasi yang benar.
Oleh karena itu, untuk menjamin keberlajutan pengusahaan lahan, dapat dilakukan upaya strategis dalam menghindari degradasi lahan melalui:
(1) Penerapan pola usaha tani konservasi seperti agroforestri, tumpang sari dan pertanian terpadu; (2) Penerapan pola pertanian organik ramah lingkungan dalam menjaga kesuburan tanah dan (3) Penerapan konsep pengendalian hama terpadu merupakan usaha-usaha yang harus kita lakukan untuk menjamin keberlanjutan usaha pertanian.
Hal tersebut berkorelasi pada kebutuhan akan adanya manajemen terintegrasi sumber daya air, yang bila tidak dilakukan akan berdampak pada pengerusakan sumber daya air secara fisik, institusional dan selanjutnya berimplikasi pada sosioekonomi. Keadaan manajemen air di Indonesia pada saat ini termasuk dalam kategori yang kurang baik. Bila dibiarkan hal ini akan menyebabkan persoalan yang tidak menguntungkan.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan yang sistematis dan terencana. Para pengambil keputusan dan pihak-pihak yang berwenang membutuhkan suatu kajian yang dapat menjembatani latar belakang keilmuan diantara mereka sehingga bisa memformulasi suatu keputusan yang seimbang dan harmonis antara fungsi sosial, lingkungan dan ekonomi dari sumber daya air.
2.Bidang Industri
Bidang industri sesungguhnya menggunakan air jauh lebih sedikit apabila dibandingkan dengan bidang pertanian (irigasi), namun dampaknya lebih parah bila dipandang dari dua segi. Pertama, penggunaan air bagi industri sering tidak diatur dalam kebijakan sumber daya air nasional, maka cenderung berlebihan. Kedua, pembuangan limbah industri yang tidak diolah dapat menyebabkan air permukaan atau air bawah tanah menjadi terlalu berbahaya untuk dikonsumsi (http://www.usia.gov/posts/jakarta/)
Penggunaan air bagi industri seringkali juga sangat tidak efisien. Karena tidak dapat memasok kebutuhan industri melalui sistem yang dikelola oleh pemerintah daerah dan karena dorongan yang menggebu untuk pertumbuhan ekonomi, perusahaan industri mengembangkan sendiri jaringan airnya secara swasta. Biaya air semacam ini seringkali sangat rendah dan karena biaya tersebut hanya merupakan bagian kecil dari seluruh biaya manufaktur, maka mereka tidak merasa terdorong untuk mengadakan konservasi.
Banyaknya air yang diperlukan untuk manufaktur dapat sangat berbeda-beda, tergantung pada proses industri yang diterapkan dan ukuran daur ulangnya. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, maka sangatlah perlu adanya kegiatan pengaturan yang tepat untuk penyedotan air dan pengenaan biaya yang benar untuk air agar dapat mendorong masyarakat untuk menggunakannya secara lebih efisien, tanpa harus mempengaruhi biaya produksi secara mencolok. Biaya penggunaan air, bahkan di negara-negara yang tarifnya pun sudah sesuai dengan biaya menyeluruh pemeliharaan sumber, biasanya hanya merupakan bagian yang sangat kecil (1% sampai 3%) dari biaya produksi industri.
Bahkan di industri-industri yang “padat air” jumlah air yang dipakai sangat kecil biasanya 20% pada industri pengolahan pangan, 25% pada industri kertas, dan 33% pada tekstil. Sisanya didaur-ulang (kecenderungan ini semakin meningkat di negara-negara industri) atau dikeluarkan sebagai limbah cair. Penentuan tarif yang lebih realistik, meskipun penting untuk sektor ini, tetap saja tidak merupakan dorongan untuk penggunaan yang lebih efisien. Yang lebih penting adalah pengaturan dan mendisiplinkan alokasi air dan persyaratan pengendalian pencemaran yang lebih keras.
Air buangan industri sering dibuang tanpa melalui proses pengolahan apapun. Air tersebut dibuang langsung ke sungai dan saluran air yang akan mencemari lingkungan laut, atau kadang-kadang buangan tersebut dibiarkan saja meresap ke dalam sumber air tanah. Kerusakan yang diakibatkan oleh buangan ini sudah melewati proporsi volumenya. Banyak bahan kimia modern begitu kuat sehingga sedikit kontaminasi saja sudah cukup membuat air dalam volume yang sangat besar tidak dapat digunakan untuk minum tanpa proses pengolahan khusus.
Untuk masalah tersebut, sebaiknya kita melakukan pencegahan bukan penyembuhan. Seperti laporan dari Bank Dunia dan Bank Investasi Eropa berjudul Pencemaran Industri di Kawasan Laut Tengah: “Perbaikan pada efisiensi dalam pengoperasian dan pemulihan sumber air jauh lebih baik dan kemungkinan besar akan memberikan hasil yang lebih banyak daripada pengolahan pada akhir proses yang mahal, sebab banyak masalah pencemaran berkaitan langsung dengan masalah-masalah pengoperasian dan pemeliharaan, serta rendahnya niat untuk konservasi dan pemulihan sumber air”.
Masalahnya bukan hanya karena tidak cukup persediaan air, air yang ada itu pun tidak dikelola secara layak atau dibagikan secara merata. Bagian air yang hilang karena kebocoran terlalu besar. Dengan menengok kembali pengalaman selama bertahun-tahun, Tarif yang dikendalikan secara politis biasanya terlalu rendah untuk menutup biaya produksi, namun demikian banyak tagihan rekening air tetap tidak terbayar, sehingga usaha perawatan untuk pencegahan tidak terpedulikan.
Di berbagai kota, perbaikan yang paling utama ditunda hingga sistem jaringannya mencapai ambang kerusakan, tepat pada waktu itu dimulailah babak baru suatu proyek penanaman modal yang besar. Hal tersebut akan menyebabkan pemerintah kota terjebak dalam masa depan yang tak menentu.Dalam mengatasi masalah tersebut, biasanya mereka lebih mudah memperoleh dana untuk membangun sistem penyediaan baru, yang secara politis sangat gampang dilihat, daripada mencari dana untuk memperbaiki barang-barang yang mendekati kebobrokan.
3.DAMPAK KONVERSI LAHAN
Kita menyadari bahwa kegiatan pembangunan disamping akan menghasilkan manfaat, juga akan membawa resiko (dampak negatif). Keduanya harus diperhitungkan secara seimbang. Dampak negatif harus kita hilangkan atau ditekan seminimal mungkin. Kegiatan pembangunan yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap degradasi lahan antara lain kegiatan deforesterisasi, industri, pertambangan, perumahan dan kegiatan pertanian sendiri.
Erosi tanah merupakan penyebab kemerosotan tingkat produktivitas lahan DAS bagian hulu, yang akan berakibat terhadap luas dan kualitas lahan kritis semakin meluas. Penggunaan lahan diatas daya dukungnya tanpa diimbangi dengan upaya konservasi dan perbaikan kondisi lahan sering akan menyebabkan degradasi lahan Misalnya lahan di daerah hulu dengan lereng curam yang hanya sesuai untuk hutan, apabila mengalami alih fungsi menjadi lahan pertanian tanaman semusim akan rentan terhadap bencana erosi dan atau tanah longsor.
Erosi tanah oleh air di Indonesia (daerah tropis), merupakan bentuk degradasi lahan yang sangat dominan. Perubahan penggunaan lahan miring dari vegetasi permanen (hutan) menjadi lahan pertanian intensif menyebabkan tanah menjadi lebih mudah terdegradasi oleh erosi tanah. Akibat degradasi oleh erosi ini dapat dirasakan dengan semakin meluasnya lahan kritis. Praktek penebangan dan perusakan hutan (deforesterisasi) merupakan penyebab utama terjadinya erosi di kawasan daerah aliran sungai (DAS).
Sebagai contoh, pada tahun 2000 banyak terjadi deforesterisasi atau penebangan hutan liar, baik di hutan produksi ataupun dihutan rakyat, yang menyebabkan terjadinya kerusakan hutan dan lahan. Pada tahun 2000, kerusakan hutan dan lahan di Indonesia mencapai 56,98 juta ha,sedangkan tahun 2002 mengindikasikan berkembang menjadi 94,17 juta ha, atau meningkat 65,5% selama 2 tahun. Kerusakan yang disebabkan erosi tidak hanya dirasakan dibagian hulu (on site) saja, akan tetapi juga berpengaruh dibagian hilir (off site) dari suatu DAS (http://www.psp3ipb.or.id/uploaded/WP10.pdf).
Konversi lahan pertanian yang semakin meningkat akhir-akhir ini merupakan salah satu ancaman terhadap keberlanjutan pertanian. Salah satu pemicu alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan lain adalah rendahnya isentif bagi petani dalam berusaha tani dan tingkat keuntungan berusahatani relatif rendah ( http://www.tempointeraktif.com/nasional/)
Alih fungsi lahan banyak terjadi justru pada lahan pertanian yang mempunyai produktivitas tinggi menjadi lahan non-pertanian. Dilaporkan dalam periode tahun 1981-1999, sekitar 30% (sekitar satu juta ha) lahan sawah di pulau Jawa, dan sekitar 17% (0,6 juta ha) di luar pulau Jawa telah menyusut dan beralih ke non-pertanian, terutama ke areal industri dan perumahan.
Banyak areal lumbung beras nasional kita yang beralih guna seperti pusat pembangunan di dalam pinggir perkotaan. Daerah pertanian ini umumnya sudah dilengkapi dengan infrastruktur pengairan sehingga berproduksi tinggi. Alih guna lahan sawah ke areal pemukiman dan industri sangat berpengaruh pada ketersedian lahan pertanian dan ketersediaan pangan serta fungsi lainnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka alih fungsi lahan perlu dihentikan agar fungsi lahannya tidak berubah dan tetap dimanfaatkan sesuai fungsinya.
4.RUMAH TANGGA
Situasi di wilayah perkotaan jauh lebih jelek daripada di daerah sumber air. Banyak rumah tangga yang terlayani, terpaksa merawat WC dengan cara seadanya karena langkanya air, dan tanki septik membludak karena layanan pengurasan tidak dapat diandalkan, atau hanya dengan menggunakan cara-cara lain yang sama-sama tidak tuntas dan tidak sehat. Bahkan andaikan hal ini tidak mengakibatkan masalah dari para penggunanya sendiri, tetap juga sering berbahaya terhadap orang lain dan merupakan ancaman bagi lingkungan, sebab limbah mereka lepas tanpa proses pengolahan.
Itulah masalah-masalah para penerima layanan. Namun, kira-kira 30% penduduk perkotaan harus menerima keadaan bahwa mereka tidak memiliki perangkat sanitasi yang memadai. Hal ini berarti bahwa dalam suatu kota berpenduduk 10 juta orang, setiap hari ada kira-kira 750 ton limbah manusia yang tak tertampung dan menumpuk di sembarang tempat -mungkin 250.000 ton zat-zat penyebab penyakit tersebar di jalan-jalan dan di tempat-tempat umum, atau di saluran-saluran air (http://klm-micro.com/blog/)
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
1.Penyebab menurunnya kualitas dan kuantitas air bumi saat ini adalah tidak berjalan normalnya siklus hidrologi, sebagai dampak dari pencemaran lingkungan dan aktifitas manusia.
2.Dampak dari penurunan kualitas dan kuantitas air bumi bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat adalah terjadinya banjir dan tanah longsor akibat tingginya curah hujan dan rendahnya kualitas air PDAM di NTB.
3.Salah satu cara sederhana menjadikan air sebagai sahabat dekat manusia adalah dengan memperingati hari air sedunia, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan air seefisien mungkin/ penghematan dan menanam pohon.
4.Manajemen pengelolaan air terpadu dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kuantitas air adalah saling bekerjasamanya seluruh aspek kehidupan (baik bidang pertanian, industri, rumah tangga, dll) dalam menggunakan air dengan efisien agar tidak ada lagi penyalahgunaan air.
SARAN
Mari kita selamatkan air mulai saat ini dan menjadikan air sebagai sahabat dekat manusia. Mulailah saat ini, dari hal yang kecil untuk menciptakan sesuatu yang besar untuk dunia.
DAFTAR PUSTAKA
http://m.cybermq.com
http://www.lablink.or.id/
http://klm-micro.com/blog/
http://www.ppk-depkes.org/
http : //raisfawwazi.blogspot.com
http://infostatntb.wordpress.com/
http://www.usia.gov/posts/jakarta/
http://www.penyehatan-air-depkes.com/
http://www.tempointeraktif.com/nasional/
http://www.psp3ipb.or.id/uploaded/WP10.pdf
http://klm-micro.com/blog/air%20minum/category/water
http://www.ofm-jpic.org/globalwarming/pdf/indonesian.pdf
http://assets.wwfid.panda.org/downloads/watershed_ina_lores.pdf
http://www.ulayat.or.id/program/pengelolaan-sumberdaya-air-terpadu-di-das-air-bengkulu/.html
MERAIH PENGHARGAAN JUARA HARAPAN 1
DAN DI PRESENTASIKAN DI DEPAN DEWAN JURI
PADA LOMBA KARYA TULIS ILMIAH ANTAR PELAJAR DAN MAHASISWA DALAM RANGKA HARI AIR SEDUNIA KE 22 DI KANTOR DINAS PU PROVINSI NTB
OLEH :
RIA HARMAYANI
B1B 007 019
JURUSAN ILMU NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2010
INTI SARI
Air sangat penting sehingga membuat kehidupan tak akan berjalan tanpa adanya air. Air yang ada di bumi terbentuk karena adanya siklus hidrologi. Siklus inilah yang perlu dijaga agar tetap berjalan normal. Bila siklus tersebut berjalan normal, maka dapat mempertahankan kuantitas dan kualitas air bumi.
Saat ini siklus hidrologi tak lagi berjalan normal, karena terganggu oleh penyalahgunaan air dan berbagai kegiatan manusia dalam mempertahankan hidupnya. Kegiatan-kegiatan manusia yang tak sewajarnya dan penyalahgunaan air tersebut seperti dalam bidang industri, rumah tangga, pertanian, kehutanan dan berbagai aspek lainnya. Masalah penebangan hutan dan global warming juga merupakan penyebab terganggunya siklus hidrologi yang ditandai dengan kekeringan panjang pada musim kemarau dan banjir pada musim penghujan.
Upaya pengelolaan air yang paling mudah, cepat dan praktis adalah dengan memulai dari diri sendiri untuk mengefisienkan penggunaan air dan adanya kerjasama berbagai aspek kehidupan untuk bersama-sama mengatasi masalah rendahnya kuantitas dan kualitas air saat ini. Misalnya dalam bidang kehutanan dan pertanian dengan mendukung, mensukseskan dan melaksanakan NTB hijau untuk penanaman pohon dan tanaman pangan.
Dengan adanya pengelolaan air terpadu yang melibatkan semua aspek kehidupan manusia, maka diharapkan masing-masing aspek tersebut mampu berjalan sebagaimana mestinya tanpa harus merusak lingkungan air. Sehingga manusia mampu bersahabat dekat dengan air dan saling menguntungkan.
PENDAHULUAN
1.LATAR BELAKANG
Air memang tampak sederhana, sesederhana kata ‘air’ itu sendiri. Namun, ketidakberdayaan makhluk hidup tanpa air semestinya membuat kita berfikir bahwa air ternyata menyimpan segudang informasi yang sungguh penting. Dengan memiliki pengetahuan inilah kita akan mengetahui betapa air, molekul yang hanya tersusun atas dua atom hidrogen dan satu atom oksigen, adalah cairan yang sangat luar biasa. Dibalik segala keistimewaannya, air juga dapat mendatangkan bencana.
Kekeringan atau banjir adalah dua bencana akibat air yang sangat kurang atau terlalu berlimpah. Ini adalah isyarat penting betapa air tidak sekedar diciptakan begitu saja. Namun, air juga harus ada tersedia dalam jumlah yang seimbang agar kehidupan di bumi dapat berlangsung dengan baik.
Ketersediaan air di bumi sangat diperngaruhi oleh siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi dapat berjalan secara kontinyu.
Jumlah air di bumi sangat banyak, baik dalam bentuk cairan, uap, maupun padat/ es. Jumlah air seakan terlihat semakin banyak karena es di kutub utara dan kutub selatan mengalami pencairan terus-menerus akibat pemanasan global bumi sehingga mengancam kelangsungan hidup manusia di bumi.
Namun, hal tersebut berbanding terbalik dengan apa yang kita rasakan saat ini. Setiap hari air semakin sulit untuk didapat dan menjadi barang mahal. Kini, kita harus membeli air untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Entah apa jadinya dunia tanpa air. Tentu kita tak pernah membayangkan bila air sudah tak ada lagi, maka kehidupan pun tak akan pernah ada.
Kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam mempertahankan hidupnya, justru memperparah keadaan alam dan lingkungan yang tidak bersahabat. Banyak penyalahgunaan lahan/ konversi lahan, penebangan hutan/ pembalakan liar dan tidak tidak adanya efisiensi dalam pemanfaatan air. Terkadang manusia mampu menjadi pahlawan untuk lingkungan tetapi di sisi lain, ada pula individu yang serakah dan egois dalam bertindak.
Untuk mengetahui dan memecahkan permasalahan di atas, inilah yang melatarbelakangi kami menyusun karya ilmiah ini. Informasi dari karya ilmiah ini, diharapkan dapat memberikan informasi dan tambahan pengetahuan bagi para pembaca, agar dapat mendorong perubahan dalam mencapai kehidupan dan lingkungan air yang bersahabat dan saling menguntungkan.
2.RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang terdapat dalam karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1.Mengapa kualitas dan kuantitas air bumi saat ini menurun?
2.Apakah dampak penurunan kualitas dan kuantitas air bumi bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat?
3.Bagaimana menjadikan air sebagai sahabat dekat manusia?
4.Bagaimana manajemen pengelolaan air terpadu dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kuantitas air?
3.TUJUAN PENULISAN
Karya ilmiah ini bertujuan untuk :
1.Mengetahui penyebab penurunan kualitas dan kuantitas air di bumi,
2.Mengetahui dampak yang terjadi karena penurunan kualitas dan kuantitas air bumi, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat,
3.Mengetahui bagaimana menjadikan air sebagai sahabat manusia dan manajemen pengelolaan air terpadu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas air yang merupakan kerjasama berbagai bidang kehidupan.
4.MANFAAT PENULISAN
Karya ilmiah ini memiliki manfaat sebagai berikut :
1.Sebagai media informasi dan pembelajaran mengenai manajemen pengelolaan air secara terpadu,
2.Menyadarkan masyarakat untuk saling bekerjasama disegala bidang kehidupan, dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas air.
TINJAUAN PUSTAKA
Air yang ada di bumi terbentuk karena adanya siklus hidrologi, dimana siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Siklus inilah yang perlu dijaga agar tetap berjalan normal. Bila siklus tersebut berjalan normal, maka dapat mempertahankan kuantitas dan kualitas air bumi (http://www.lablink.or.id/).
Air, benda yang paling berharga di dunia, saat ini mengalami penurunan kualitas dan persediaannya sudah sampai pada tahap yang kritis. Bukan hanya di Indonesia yang mengalami masalah air ini, tapi masyarakat dunia pun sedang mengahadapi persolan yang sama. Penurunan kualitas dan persediaan air akibat tercemar limbah seperti limbah industri, limbah rumah tangga dan limbah yang lainnya (http://m.cybermq.com)
Laju kerusakan hutan NTB mencapai 20 ribu hektar pertahun yang menjadi persoalan mendasar yang perlu dipecahkan, karena persoalan tersebut membawa permasalahan baru yakni menyusutnya mata air yang terjadi begitu cepat (http://infostatntb.wordpress.com/).
Masalah air terjadi karena adanya peningkatan penduduk bumi sehingga meningkatkan pula kebutuhan air. Kebutuhan yang meningkat akan semakin menekan pada sistem air global yang berkaitan dengan efek pemanasan global. Peningkatan jumlah penduduk dan ekonomi menjadi pendorong utama kebutuhan air, sementara itu ketersediaannya dipengaruhi oleh peningkatan evaporasi (penguapan) akibat peningkatan temperatur permukaan bumi (http://assets.wwfid.panda.org/downloads/watershed_ina_lores.pdf).
Peristiwa banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara dan Kabupaten Sumbawa Barat, NTB terjadi pada tanggal 9 dan 10 Januari 2009. Kejadian ini terjadi karena tingginya curah hujan sepanjang tanggal 9-10 Januari 2009 yang menyebabkan bobot massa tanah bertambah sehingga terjadi gerakan tanah pada lereng bagian atas yang lemah yang berbatasan dengan batuan keras pada bagian bawah.
Material longsor diperkirakan membendung aliran sungai yang kemudian jebol karena tidak sanggup menahan kuatnya aliran air. Volume air yang besar kemudian mengalir di sepanjang aliran dengan menggerus bagian kiri, kanan dan dasar sungai sehingga menyebabkan banjir bandang yang melanda pemukiman di lereng bagian bawah (http://www.ppk-depkes.org/)
Pertanian beririgasi merupakan pengguna air terbesar. Pada umumnya, lebih 80% dari air yang ada dicurahkan khusus untuk pertanian. Tetapi karena biasanya air disalurkan dengan gratis atau dengan tarif yang banyak disubsidi, maka kecil sekali dorongan niat untuk menggunakan air secara efisien dan retribusinya, jika ada, tidak akan mencukupi untuk pemeliharaan yang layak
(http://klm-micro.com/blog/)
Bidang industri sesungguhnya menggunakan air jauh lebih sedikit apabila dibandingkan dengan bidang pertanian (irigasi), namun dampaknya lebih parah bila dipandang dari dua segi. Pertama, penggunaan air bagi industri sering tidak diatur dalam kebijakan sumber daya air nasional, maka cenderung berlebihan. Kedua, pembuangan limbah industri yang tidak diolah dapat menyebabkan air permukaan atau air bawah tanah menjadi terlalu berbahaya untuk dikonsumsi
(http://www.usia.gov/posts/jakarta/)
Konversi lahan pertanian yang semakin meningkat akhir-akhir ini merupakan salah satu ancaman terhadap keberlanjutan pertanian. Salah satu pemicu alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan lain adalah rendahnya isentif bagi petani dalam berusaha tani dan tingkat keuntungan berusahatani relatif rendah (http://www.tempointeraktif.com/nasional/)
Situasi di wilayah perkotaan jauh lebih jelek daripada di daerah sumber air. Banyak rumah tangga yang terlayani terpaksa merawat WC dengan cara seadanya karena langkanya air, dan tanki septik membludak karena layanan pengurasan tidak dapat diandalkan, atau hanya dengan menggunakan cara-cara lain yang sama-sama tidak tuntas dan tidak sehat.
Kira-kira 30% penduduk perkotaan harus menerima keadaan bahwa mereka tidak memiliki perangkat sanitasi yang memadai. Hal ini berarti bahwa dalam suatu kota berpenduduk 10 juta orang, setiap hari ada kira-kira 750 ton limbah manusia yang tak tertampung dan menumpuk di sembarang tempat -mungkin 250.000 ton zat-zat penyebab penyakit tersebar di jalan-jalan dan di tempat-tempat umum, atau di saluran-saluran air (http://klm-micro.com/blog/)
METODOLOGI PENULISAN
Metodologi penulisan yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah studi kepustakaan dari perpustakaan Universitas Mataram, data-data sekunder diambil dari artikel dan brosur-brosur, data-data sekunder dari Badan Pusat Statistik, Bapeda dan browsing internet.
PEMBAHASAN
1.MENURUNNYA KUALITAS DAN KUANTITAS AIR BUMI
Menurunnya kualitas dan kuantitas air saat ini disebabkan karena siklus hidrologi yang merupakan proses terbentuknya air bumi telah terganggu dan tidak lagi berjalan dengan normal.
Siklus hidrologi terus bergerak secara kontinyu, yaitu dengan cara sebagai berikut :
1.Evaporasi, transpirasi dan Evapotranspirasi (Penguapan),
2.Kondensasi (pengembunan),
3.Presipitasi (pembentukan hujan) dan
4.Perkolasi / Infiltrasi (pembentukan air bawah tanah)
Bila salah satu dari proses di atas terganggu, maka akan mengganggu proses yang lain karena pada dasarnya siklus hidrologi tersebut memiliki proses yang berputar dan setiap prosesnya saling mendukung.
Tidak normalnya siklus hidrologi disebabkan oleh banyak faktor, selain karena umur bumi yang sudah tua, berbagai kegiatan manusia juga menimbulkan dampak yang memperparah ketidaknormalan siklus hidrologi tersebut. Salah satu contoh kegiatan manusia seperti penebangan liar pada hutan-hutan yang masih produktif, yang merupakan sumber mata air. Penebangan hutan yang terus terjadi menyebabkan kerusakan hutan.
Badan Pusat Statistik NTB menyatakan pada tahun 2009 yang lalu, laju kerusakan hutan NTB mencapai 20 ribu hektar pertahun yang menjadi persoalan mendasar yang perlu dipecahkan, karena persoalan tersebut membawa permasalahan baru yakni menyusutnya mata air yang terjadi begitu cepat. Selain itu, menyebabkan terjadinya pemanasan global.
Pemanasan global atau yang dikenal dengan istilah global warming begitu hangat dibicarakan beberapa tahun terakhir ini, karena manusialah yang paling merasakan dampaknya. Karena pemanasan global yang terjadi, iklim di Nusa Tenggara Barat sejak 2008 lalu suhunya naik lebih cepat dari rata-rata dunia, yang terjadi akibat degradasi sumber daya alam di Nusa Tenggara Barat relative parah, sehingga terindikasi dari kenaikan suhu udara selama 35 tahun terakhir.
Kenaikan suhu udara periode januari 1971 sampai 2006 rata-rata 0.5oC atau melampaui kenaikan suhu rata-rata dunia sebesar 0.7 oC per 100 tahun. Pada periode tahun yang sama, di Provinsi Nusa Tenggara Barat suhu maksimal sebesar 32 oC, namun 35 tahun terakhir meningkat menjadi 34-35 oC. Kenaikan suhu udara itu, antara lain dipicu oleh kerusakan lingkungan, terutama kawasan hutan dan pertanian yang kemudian berpengaruh terhadap segala bidang kehidupan sosial (http : //raisfawwazi.blogspot.com)
Salah satu persoalan kebutuhan manusia yang terpengaruh sebagai dampak pemanasan global tersebut adalah ketersedian air. Ketersediaan air merupakan permasalahan yang penting yang terkait dengan perubahan iklim. Masalah air terjadi karena adanya peningkatan penduduk bumi sehingga meningkatkan pula kebutuhan air.
Kebutuhan yang meningkat akan semakin menekan pada sistem air global yang berkaitan dengan efek pemanasan global. Peningkatan jumlah penduduk dan ekonomi menjadi pendorong utama kebutuhan air, sementara itu ketersediaannya dipengaruhi oleh peningkatan evaporasi (penguapan) akibat peningkatan temperatur permukaan bumi
(http://assets.wwfid.panda.org/downloads/watershed_ina_lores.pdf)
Selain adanya pengaruh pemanasan global, penurunan kualitas dan persediaan air adalah akibat dari pencemaran limbah seperti limbah industri, limbah rumah tangga dan limbah yang lainnya. Untuk mengetahui kualitas air dalam suatu perairan, dapat dilakukan dengan mengamati beberapa parameter kimia, seperti oksigen terlarut (Dissolved Oxygen = DO) dan kebutuhan oksigen biologis (Biological Oxy-gen Demand= BOD).
Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen = DO) dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan. Disamping itu, oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik dalam proses aerobik. Sumber utama oksigen dalam suatu perairan berasal sari suatu proses difusi dari udara bebas dan hasil fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan tersebut. Kecepatan difusi oksigen dari udara, tergantung sari beberapa faktor, seperti kekeruhan air, suhu, salinitas, pergerakan massa air dan udara seperti arus, gelombang dan pasang surut (http://m.cybermq.com).
Untuk mengetahui kualitas air PDAM di wilayah Nusa Tenggara Barat, dapat dilihat pada tabel berikut :
Data Bakteriologis dan Status Desinfeksi PDAM NTB Tahun 2009
Propin-si Kabu-paten/
Kota Tri-
wu-lan Ta-hun Jum-
lah
SR PDAM Jum-lah
sam-pel
bakte-riol %
hasil sam-pel
TAR %
hasil sam-pel
RR %
hasil sam-pel
RT Jum-lah
Sam-pel
Sisa Khlor MS
Sisa
Khlor
NTB PDAM Menang Mataram 1 2002 35000 102 65 35 102 28
NTB PDAM Menang Mataram 2 2002 35000 104 71 29 104 29
NTB PDAM Menang Mataram 4 2002 35000 59 80 20 59 56
NTB PDAM Menang NTB 3 2002 35000 103 67 33 103 43
NTB PDAM Mataram 1 2003 40000 196 92,9 0,5 6,6
Sumber : http://www.google.co.id/search?q=pdam+ntb+dalam+angka&btnG=Telusuri&hl=id&client=firefox-a&channel=s&sa=2
2.DAMPAK TERGANGGUNYA KUALITAS DAN KUANTITAS AIR DI NUSA TENGGARA BARAT
Salah satu dampak terganggunya kualitas dan kuantitas air di NTB adalah banjir dan tanah longsor akibat tingginya curah hujan. Peristiwa banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara dan Kabupaten Sumbawa Barat, NTB terjadi pada tanggal 9 dan 10 Januari 2009. Disamping menyebabkan rusaknya 30 rumah penduduk, terputusnya jalur penghubung antar pemukiman sebagai akibat rusaknya jembatan, dan putusnya pipa saluran air bersih di Dusun Todo, Desa Bentek, juga mengakibatkan rusaknya beberapa PLTMH di Kabupaten Lombok Barat (http://www.ppk-depkes.org/)
Karena tingginya curah hujan, bobot massa tanah bertambah sehingga terjadi gerakan tanah pada lereng bagian atas yang lemah yang berbatasan dengan batuan keras pada bagian bawah. Material longsor diperkirakan membendung aliran sungai yang kemudian jebol karena tidak sanggup menahan kuatnya aliran air. Volume air yang besar kemudian mengalir di sepanjang aliran dengan menggerus bagian kiri, kanan dan dasar sungai sehingga menyebabkan banjir bandang yang melanda pemukiman di lereng bagian bawah.
Akibat insiden tanah longsor tersebut, beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah mengalami kerusakan. PLTMH tersebut adalah Sedau I, Sedau II, Selelanai dan Lantan, dengan total kerugian lebih dari Rp. 3 miliar. Diperkirakan layanan listrik untuk ± 1.150 KK akan terputus sampai dengan beroperasinya kembali PLTMH tersebut.
3.MENJADIKAN AIR SEBAGAI SAHABAT DEKAT MANUSIA
Setiap tanggal 22 Maret diperingati sebagai World Water Day (Hari Air Sedunia). Air, benda yang paling berharga di dunia, saat ini mengalami penurunan kualitas dan persediaannya sudah sampai pada tahap yang kritis. Bukan hanya di Indonesia yang mengalami masalah air ini, tapi masyarakat dunia pun sedang mengahadapi persolan yang sama. Penurunan kualitas dan persediaan air akibat tercemar limbah seperti limbah industri, limbah rumah tangga dan limbah yang lainnya.
Kesadaran dan kepedulian dari seluruh masyarakat dunia diperlukan untuk memanfaatkan dan melestarikan sumber daya air (SDA) secara berkelanjutan. Maka kita sebagai makhluk yang 70 %-nya terdiri dari air seharusnya menyadari bahwa air mempunyai peranan yang sangat vital. Dan air pun merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak, sehingga perlu dilindungi agar dapat tetap bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Sekitar 71 % dari muka bumi ini adalah air. Kehidupan hampir seluruhnya air, 50 sampai 97 persen dari seluruh berat tanaman dan hewan hidup juga air. Oleh karena itu, “Mari Kita Selamatkan Air Mulai Saat ini” dan “Menjadikan Air Sebagai Sahabat Dekat Manusia”
Salah satu caranya adalah mengurangi pencemaran terhadap air, membuang sampah pada tempat yang semestinya, jangan membuang sampah ke selokan, menanam kembali pohon-pohon yang dapat menyerap air dan menyimpan air. Selain menyelamatkan persediaan air (kuantitas), kita juga perlu mempertimbangkan kualitas airnya. Selain itu, dengan menggunakan air seefisien mungkin, mampu menjadikan hal kecil menjadi sesuatu yang besar untuk lingkungan dan kehidupan.
4.MANAJEMEN PENGELOLAAN AIR TERPADU
Usaha peningkatan kualitas dan kuantitas air dilaksanakan secara bersama-sama dan saling mendukung antar segala bidang kehidupan, misalnya dalam bidang pertanian, kehutanan, industri, rumah tangga, dll. Dengan adanya kerja sama disemua bidang kehidupan, untuk menciptakan keseimbangan air di bumi dan menjaga siklus hidrologi yang berlangsung normal.
Manajemen pengelolaan air terpadu dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
1.Bidang Pertanian
Pertanian beririgasi merupakan pengguna air terbesar. Pada umumnya, lebih 80% dari air yang ada dicurahkan khusus untuk pertanian. Tetapi karena biasanya air disalurkan dengan gratis atau dengan tarif yang banyak disubsidi, maka kecil sekali dorongan niat untuk menggunakan air secara efisien dan retribusinya, jika ada, tidak akan mencukupi untuk pemeliharaan yang layak. Maka hasilnya ialah penggunaan yang sangat tidak efisien, efisiensinya kira-kira hanya di bawah 40% untuk seluruh dunia dan kemerosotan mutu yang semakin melaju pada sistem yang semakin besar.
Sesungguhnya efisiensi dapat ditingkatkan dengan baik, yakni dengan perbaikan cara pengoperasian dan pemeliharaan sistemnya, perbaikan saluran, pendataran lahan supaya pembagian air dapat merata, penyesuaian antara banyaknya pelepasan air dari tandon dan keperluan senyatanya di daerah hilir dan pengelolaan yang lebih efektif apabila air tersebut sudah sampai di lahan pertanian atau dengan menggunakan teknik yang lebih efisien seperti irigasi tetesan.
Perbaikan-perbaikan semacam itu sangat penting mengingat besarnya dampak permintaan irigasi dan rasa keadilan bagi penduduk perkotaan yang berjuang untuk kelangsungan pasokan air yang memadai. Penghamburan air sungguh disayangkan sebab biasanya hal tersebut tidak diikuti dengan peningkatan produktivitas pertanian seperti yang diharapkan. Tiadanya penyaluran air yang baik pada lahan yang diairi dengan irigasi (untuk penghematan dalam jangka pendek) dapat berakibat terjadinya kubangan dan penggaraman yang akhirnya dapat menyebabkan hilangnya produktivitas.
Sumber-sumber air juga mengalami kemerosotan mutu. Di samping pencemaran dari limbah industri dan limbah perkotaan yang tidak diolah, sumber-sumber tersebut juga mengalami pengotoran berat dari sisa-sisa dari lahan pertanian. Konsep pertanian berkelanjutan haruslah menjamin kualitas lahan kita tetap produktif dengan menerapkan upaya konservasi dan rehabilitasi terhadap degradasi.
Kebijakan pembangunan pertanian dewasa ini, lebih banyak terfokus kepada usaha yang mendatangkan keuntungan ekonomi jangka pendek dan mengabaikan multifungsi yang berorientasi pada keuntungan jangka panjang dan keberlanjutan (sustainabilitas) sistem usaha tani. Pertanian berkelanjutan, suatu bentuk yang memang harus dikembangkan jika kita ingin menjadi pewaris yang baik yang tidak semata memikirkan kebutuhan sendiri tetapi berpandangan visioner ke depan.
Pembangunan pertanian berkelanjutan menyiratkan perlunya pemenuhan kebutuhan (aspek ekonomi), keadilan antar generasi (aspek sosial) dan pelestarian daya dukung lingkungan/ lahan (aspek lingkungan). Sehingga harus ada keselarasan antara pemenuhan kebutuhan dan pelestarian sumber daya lahannya. Berbagai praktek explorasi lahan yang tidak sesuai dengan daya dukung lahannya hendaklah dihindari. Penggunaan lahan diatas daya dukung lahan haruslah disertai dengan upaya konservasi yang benar.
Oleh karena itu, untuk menjamin keberlajutan pengusahaan lahan, dapat dilakukan upaya strategis dalam menghindari degradasi lahan melalui:
(1) Penerapan pola usaha tani konservasi seperti agroforestri, tumpang sari dan pertanian terpadu; (2) Penerapan pola pertanian organik ramah lingkungan dalam menjaga kesuburan tanah dan (3) Penerapan konsep pengendalian hama terpadu merupakan usaha-usaha yang harus kita lakukan untuk menjamin keberlanjutan usaha pertanian.
Hal tersebut berkorelasi pada kebutuhan akan adanya manajemen terintegrasi sumber daya air, yang bila tidak dilakukan akan berdampak pada pengerusakan sumber daya air secara fisik, institusional dan selanjutnya berimplikasi pada sosioekonomi. Keadaan manajemen air di Indonesia pada saat ini termasuk dalam kategori yang kurang baik. Bila dibiarkan hal ini akan menyebabkan persoalan yang tidak menguntungkan.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan yang sistematis dan terencana. Para pengambil keputusan dan pihak-pihak yang berwenang membutuhkan suatu kajian yang dapat menjembatani latar belakang keilmuan diantara mereka sehingga bisa memformulasi suatu keputusan yang seimbang dan harmonis antara fungsi sosial, lingkungan dan ekonomi dari sumber daya air.
2.Bidang Industri
Bidang industri sesungguhnya menggunakan air jauh lebih sedikit apabila dibandingkan dengan bidang pertanian (irigasi), namun dampaknya lebih parah bila dipandang dari dua segi. Pertama, penggunaan air bagi industri sering tidak diatur dalam kebijakan sumber daya air nasional, maka cenderung berlebihan. Kedua, pembuangan limbah industri yang tidak diolah dapat menyebabkan air permukaan atau air bawah tanah menjadi terlalu berbahaya untuk dikonsumsi (http://www.usia.gov/posts/jakarta/)
Penggunaan air bagi industri seringkali juga sangat tidak efisien. Karena tidak dapat memasok kebutuhan industri melalui sistem yang dikelola oleh pemerintah daerah dan karena dorongan yang menggebu untuk pertumbuhan ekonomi, perusahaan industri mengembangkan sendiri jaringan airnya secara swasta. Biaya air semacam ini seringkali sangat rendah dan karena biaya tersebut hanya merupakan bagian kecil dari seluruh biaya manufaktur, maka mereka tidak merasa terdorong untuk mengadakan konservasi.
Banyaknya air yang diperlukan untuk manufaktur dapat sangat berbeda-beda, tergantung pada proses industri yang diterapkan dan ukuran daur ulangnya. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, maka sangatlah perlu adanya kegiatan pengaturan yang tepat untuk penyedotan air dan pengenaan biaya yang benar untuk air agar dapat mendorong masyarakat untuk menggunakannya secara lebih efisien, tanpa harus mempengaruhi biaya produksi secara mencolok. Biaya penggunaan air, bahkan di negara-negara yang tarifnya pun sudah sesuai dengan biaya menyeluruh pemeliharaan sumber, biasanya hanya merupakan bagian yang sangat kecil (1% sampai 3%) dari biaya produksi industri.
Bahkan di industri-industri yang “padat air” jumlah air yang dipakai sangat kecil biasanya 20% pada industri pengolahan pangan, 25% pada industri kertas, dan 33% pada tekstil. Sisanya didaur-ulang (kecenderungan ini semakin meningkat di negara-negara industri) atau dikeluarkan sebagai limbah cair. Penentuan tarif yang lebih realistik, meskipun penting untuk sektor ini, tetap saja tidak merupakan dorongan untuk penggunaan yang lebih efisien. Yang lebih penting adalah pengaturan dan mendisiplinkan alokasi air dan persyaratan pengendalian pencemaran yang lebih keras.
Air buangan industri sering dibuang tanpa melalui proses pengolahan apapun. Air tersebut dibuang langsung ke sungai dan saluran air yang akan mencemari lingkungan laut, atau kadang-kadang buangan tersebut dibiarkan saja meresap ke dalam sumber air tanah. Kerusakan yang diakibatkan oleh buangan ini sudah melewati proporsi volumenya. Banyak bahan kimia modern begitu kuat sehingga sedikit kontaminasi saja sudah cukup membuat air dalam volume yang sangat besar tidak dapat digunakan untuk minum tanpa proses pengolahan khusus.
Untuk masalah tersebut, sebaiknya kita melakukan pencegahan bukan penyembuhan. Seperti laporan dari Bank Dunia dan Bank Investasi Eropa berjudul Pencemaran Industri di Kawasan Laut Tengah: “Perbaikan pada efisiensi dalam pengoperasian dan pemulihan sumber air jauh lebih baik dan kemungkinan besar akan memberikan hasil yang lebih banyak daripada pengolahan pada akhir proses yang mahal, sebab banyak masalah pencemaran berkaitan langsung dengan masalah-masalah pengoperasian dan pemeliharaan, serta rendahnya niat untuk konservasi dan pemulihan sumber air”.
Masalahnya bukan hanya karena tidak cukup persediaan air, air yang ada itu pun tidak dikelola secara layak atau dibagikan secara merata. Bagian air yang hilang karena kebocoran terlalu besar. Dengan menengok kembali pengalaman selama bertahun-tahun, Tarif yang dikendalikan secara politis biasanya terlalu rendah untuk menutup biaya produksi, namun demikian banyak tagihan rekening air tetap tidak terbayar, sehingga usaha perawatan untuk pencegahan tidak terpedulikan.
Di berbagai kota, perbaikan yang paling utama ditunda hingga sistem jaringannya mencapai ambang kerusakan, tepat pada waktu itu dimulailah babak baru suatu proyek penanaman modal yang besar. Hal tersebut akan menyebabkan pemerintah kota terjebak dalam masa depan yang tak menentu.Dalam mengatasi masalah tersebut, biasanya mereka lebih mudah memperoleh dana untuk membangun sistem penyediaan baru, yang secara politis sangat gampang dilihat, daripada mencari dana untuk memperbaiki barang-barang yang mendekati kebobrokan.
3.DAMPAK KONVERSI LAHAN
Kita menyadari bahwa kegiatan pembangunan disamping akan menghasilkan manfaat, juga akan membawa resiko (dampak negatif). Keduanya harus diperhitungkan secara seimbang. Dampak negatif harus kita hilangkan atau ditekan seminimal mungkin. Kegiatan pembangunan yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap degradasi lahan antara lain kegiatan deforesterisasi, industri, pertambangan, perumahan dan kegiatan pertanian sendiri.
Erosi tanah merupakan penyebab kemerosotan tingkat produktivitas lahan DAS bagian hulu, yang akan berakibat terhadap luas dan kualitas lahan kritis semakin meluas. Penggunaan lahan diatas daya dukungnya tanpa diimbangi dengan upaya konservasi dan perbaikan kondisi lahan sering akan menyebabkan degradasi lahan Misalnya lahan di daerah hulu dengan lereng curam yang hanya sesuai untuk hutan, apabila mengalami alih fungsi menjadi lahan pertanian tanaman semusim akan rentan terhadap bencana erosi dan atau tanah longsor.
Erosi tanah oleh air di Indonesia (daerah tropis), merupakan bentuk degradasi lahan yang sangat dominan. Perubahan penggunaan lahan miring dari vegetasi permanen (hutan) menjadi lahan pertanian intensif menyebabkan tanah menjadi lebih mudah terdegradasi oleh erosi tanah. Akibat degradasi oleh erosi ini dapat dirasakan dengan semakin meluasnya lahan kritis. Praktek penebangan dan perusakan hutan (deforesterisasi) merupakan penyebab utama terjadinya erosi di kawasan daerah aliran sungai (DAS).
Sebagai contoh, pada tahun 2000 banyak terjadi deforesterisasi atau penebangan hutan liar, baik di hutan produksi ataupun dihutan rakyat, yang menyebabkan terjadinya kerusakan hutan dan lahan. Pada tahun 2000, kerusakan hutan dan lahan di Indonesia mencapai 56,98 juta ha,sedangkan tahun 2002 mengindikasikan berkembang menjadi 94,17 juta ha, atau meningkat 65,5% selama 2 tahun. Kerusakan yang disebabkan erosi tidak hanya dirasakan dibagian hulu (on site) saja, akan tetapi juga berpengaruh dibagian hilir (off site) dari suatu DAS (http://www.psp3ipb.or.id/uploaded/WP10.pdf).
Konversi lahan pertanian yang semakin meningkat akhir-akhir ini merupakan salah satu ancaman terhadap keberlanjutan pertanian. Salah satu pemicu alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan lain adalah rendahnya isentif bagi petani dalam berusaha tani dan tingkat keuntungan berusahatani relatif rendah ( http://www.tempointeraktif.com/nasional/)
Alih fungsi lahan banyak terjadi justru pada lahan pertanian yang mempunyai produktivitas tinggi menjadi lahan non-pertanian. Dilaporkan dalam periode tahun 1981-1999, sekitar 30% (sekitar satu juta ha) lahan sawah di pulau Jawa, dan sekitar 17% (0,6 juta ha) di luar pulau Jawa telah menyusut dan beralih ke non-pertanian, terutama ke areal industri dan perumahan.
Banyak areal lumbung beras nasional kita yang beralih guna seperti pusat pembangunan di dalam pinggir perkotaan. Daerah pertanian ini umumnya sudah dilengkapi dengan infrastruktur pengairan sehingga berproduksi tinggi. Alih guna lahan sawah ke areal pemukiman dan industri sangat berpengaruh pada ketersedian lahan pertanian dan ketersediaan pangan serta fungsi lainnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka alih fungsi lahan perlu dihentikan agar fungsi lahannya tidak berubah dan tetap dimanfaatkan sesuai fungsinya.
4.RUMAH TANGGA
Situasi di wilayah perkotaan jauh lebih jelek daripada di daerah sumber air. Banyak rumah tangga yang terlayani, terpaksa merawat WC dengan cara seadanya karena langkanya air, dan tanki septik membludak karena layanan pengurasan tidak dapat diandalkan, atau hanya dengan menggunakan cara-cara lain yang sama-sama tidak tuntas dan tidak sehat. Bahkan andaikan hal ini tidak mengakibatkan masalah dari para penggunanya sendiri, tetap juga sering berbahaya terhadap orang lain dan merupakan ancaman bagi lingkungan, sebab limbah mereka lepas tanpa proses pengolahan.
Itulah masalah-masalah para penerima layanan. Namun, kira-kira 30% penduduk perkotaan harus menerima keadaan bahwa mereka tidak memiliki perangkat sanitasi yang memadai. Hal ini berarti bahwa dalam suatu kota berpenduduk 10 juta orang, setiap hari ada kira-kira 750 ton limbah manusia yang tak tertampung dan menumpuk di sembarang tempat -mungkin 250.000 ton zat-zat penyebab penyakit tersebar di jalan-jalan dan di tempat-tempat umum, atau di saluran-saluran air (http://klm-micro.com/blog/)
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
1.Penyebab menurunnya kualitas dan kuantitas air bumi saat ini adalah tidak berjalan normalnya siklus hidrologi, sebagai dampak dari pencemaran lingkungan dan aktifitas manusia.
2.Dampak dari penurunan kualitas dan kuantitas air bumi bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat adalah terjadinya banjir dan tanah longsor akibat tingginya curah hujan dan rendahnya kualitas air PDAM di NTB.
3.Salah satu cara sederhana menjadikan air sebagai sahabat dekat manusia adalah dengan memperingati hari air sedunia, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan air seefisien mungkin/ penghematan dan menanam pohon.
4.Manajemen pengelolaan air terpadu dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kuantitas air adalah saling bekerjasamanya seluruh aspek kehidupan (baik bidang pertanian, industri, rumah tangga, dll) dalam menggunakan air dengan efisien agar tidak ada lagi penyalahgunaan air.
SARAN
Mari kita selamatkan air mulai saat ini dan menjadikan air sebagai sahabat dekat manusia. Mulailah saat ini, dari hal yang kecil untuk menciptakan sesuatu yang besar untuk dunia.
DAFTAR PUSTAKA
http://m.cybermq.com
http://www.lablink.or.id/
http://klm-micro.com/blog/
http://www.ppk-depkes.org/
http : //raisfawwazi.blogspot.com
http://infostatntb.wordpress.com/
http://www.usia.gov/posts/jakarta/
http://www.penyehatan-air-depkes.com/
http://www.tempointeraktif.com/nasional/
http://www.psp3ipb.or.id/uploaded/WP10.pdf
http://klm-micro.com/blog/air%20minum/category/water
http://www.ofm-jpic.org/globalwarming/pdf/indonesian.pdf
http://assets.wwfid.panda.org/downloads/watershed_ina_lores.pdf
http://www.ulayat.or.id/program/pengelolaan-sumberdaya-air-terpadu-di-das-air-bengkulu/.html
BIOSUPLEMEN PROBIOTIK UNTUK SUKSESKAN NTB BSS
KARYA TULIS ILMIAH
DI SUSUN SEBAGAI SYARAT BEASISWA
OLEH : RIA HARMAYANI
BIB 007 019
FAKULTAS PETERNAKAN-UNIVERSITAS MATARAM
2010
BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
Setelah sukses dengan gelar NTB sebagai “Bumi Gora”dan swasembada beras pada tahun 1980-an kini pemerintah Nusa Tenggara Barat di tahun 2008 lalu, telah mencanangkan NTB sebagai “Bumi Sejuta Sapi” sehingga NTB merupakan wilayah pengembangan peternakan “Sapi” untuk meningkatkan ekonomi, daya beli, kesehatan, kecerdasan, dan kesejahteraan masyarakatnya.
Maju mundurnya dunia peternakan sangat tergantung pada peran serta kita dalam menangani dunia peternakan itu sendiri. Peternakan sebagai pelaku utama dalam pembangunan, dituntut untuk berbuat yang mengacu pada upaya bagaimana cara menangani, mengembangkan dan membudidayakan ternak, sehingga dengan demikian ternak dapat berhasil guna dan berdaya guna.
Peternakan sapi merupakan salah satu bidang agro industri yang berperan dalam pembangunan nasional. Namun, banyak kendala yang sering dialami oleh para peternak sapi lokal,diantaranya adalah rendahnya tingkat pertambahan bobot badan, tingkat pertumbuhan sapi, dan panjangnya jarak beranak sapi. Ketiga faktor tersebut antara lain dipengaruhi oleh efisiensi konversi pakan untuk tumbuh dan berkembang biak. Kendala tersebut sekarang dapat diatasi dengan mengintroduksikan suatu Biosuplemen Probiotik ke dalam pakan konsentrat.
Informasi dari karya tulis ini diharapkan dapat memberikan informasi dan tambahan pengetahuan bagi para pembaca, agar dapat mendorong perubahan peternakan sapi yang lebih baik, sehingga dapat mendukung terciptanya Nusa Tenggara Barat menjadi ”Bumi Sejuta Sapi”.
1.2 Rumusan Masalah
1.Bagaimana cara mengurangi dan mencegah kendala yang terjadi dalam peningkatan produktivitas ternak sapi?
2.Bagaimana mekanisme kerja biosuplemen probiotik?
3.Apa manfaat penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat, khususnya bagi ternak sapi?
4.Bagaimana peluang usaha probiotik di Indonesia?
5.Bagaimana teknik-teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan probiotik yang dapat menguntungkan industri pakan dan para peternak?
1.3 Tujuan Penulisan
Karya tulis ini bertujuan untuk :
1.Mengetahui bagaiman penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat dan mekanisme kerjanya,
2.Mengetahui manfaat penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat, khususnya ternak sapi,
3.Mengetahui bagaimana potensi kebutuhan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat di Indonesia, serta analisis usaha ternak sapi yang menggunakan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat.
1.4 Manfaat Penulisan
Karya tulis ini memiliki manfaat sebagai berikut :
1.Sebagai media informasi bagi masyarakat peternak sapi bahwa telah ada terobosan baru yang bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas sapi yaitu biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat,
2.Sebagai media pembelajaran untuk dapat lebih memahami biosuplemen probiotik dan bagaimana mekanisme kerjanya,
3.Mengetahui teknik-teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat, khususnya ternak sapi,
4.Memberi informasi mengenai peluang usaha probiotik di Indonesia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Bogor, Jabar, probiotik adalah mikroba hidup dalam media pembawa yang menguntungkan ternak. Mikroba itu mampu menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi optimum untuk pencernaan pakan, dan meningkatkan efisiensi konversi pakan. Zat nutrisi pakan pun menjadi mudah diserap.
Manfaat lain adalah meningkatkan kesehatan ternak, mempercepat pertumbuhan, memperpendek jarak beranak, menurunkan kematian pedet, dan memproteksi dari penyakit penyebab penyakit tertentu. Pada akhirnya probiotik dapat meningkatkan produksi daging maupun susu.
Di pasaran, kita mengenal beberapa bioteknologi probiotik yang sudah lama beredar seperti Starbio, Bioplus, dan Biosuplemen. Beragam formula itu menawarkan beberapa kelebihan yang berbeda (http://www.agrina-online.com/show_article.php?rid=7&aid=114011 December 2007).
Probiotik adalah mikroba hidup dalam media pembawa yang menguntungkan ternak, karena menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi yang optimum untuk pencernaan pakan dan meningkatkan efisiensi konversi pakan sehingga memudahkan dalam proses penyerapan zat nutrisi ternak, meningkatkan kesehatan ternak, mempercepat pertumbuhan, memperpendek jarak beranak, menurunkan kematian pedet, dan memproteksi dari penyakit pathogen tertentu sehingga dapat meningkatkan produksi susu atau daging (http://portal.bppt.go.id).
Probiotik tergolong dalam makanan fungsional, di mana bahan makanan ini mengandung komponen-komponen yang dapat meningkatkan kesehatan ternak dengan cara memanipulasi komposisi bakteri yang ada dalam saluran pencernaan ternak. Sebagai pengganti antibiotik nutritionist merekomendasikan peternak menggunakan probiotik sebagai bahan aditif.
Selain itu probiotik merupakan mikro-organisme yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan ternak tanpa mengakibatkan terjadinya proses penyerapan komponen probiotik dalam tubuh ternak, sehingga tidak terdapat residu dan tidak terjadinya mutasi pada ternak.
Mekanisme kerja probiotik yakni pada saat ternak mengalami stres, keseimbangan mikro-organisme dalam saluran pencernaan terganggu, mengakibatkan sistem pertahanan tubuh menurun dan bakteri-bakteri pathogen berkembang dengan cepat. Pemberian probiotik dapat menjaga keseimbangan komposisi mikro-organisme dalam sistem pencernaan ternak berakibat meningkatnya daya cerna bahan pakan dan menjaga kesehatan ternak. Probiotik juga dapat meningkatkan kekebalan (immunity), mencegah alergi makanan dan kanker (colon cancer).
Manfaat pemberian probiotik adalah sebagai bahan aditif ditunjukkan dengan meningkatnya ketersediaan lemak dan protein bagi ternak, di samping itu probiotik juga meningkatkan kandungan vitamin B kompleks melalui fermentasi makanan.
Pengaruh probiotik berdasarkan beberapa penelitian yang berkaitan dengan pemberian probiotik terhadap pakan ternak yang telah banyak dilakukan yaitu pemberian Lactobacillus acidophilus pada pakan ternak meningkatkan pertambahan berat badan sapi dan efesiensi makanan, sementara tingkat kematian ternak sapi menurun dari 7,5 persen menjadi 1,5 persen akibat pemberian probiotik.
Di samping bakteri, fungsi juga digunakan sebagai probiotik. Saccharomyces cerevisiea dan Aspergillus oryzae merupakan jenis fungi yang banyak digunakan dalam pakan ternak. Saccharomyces cerevisiea mempunyai karakteristik khusus dalam pakan ternak karena kemampuannya memproduksi asam glutamat yang dapat meningkatkan palatability dari pakan tersebut. Berbeda dengan bakteri, fungsi merupakan mikro-organisme yang mempunyai tingkat resisten yang tinggi dan dapat hidup pada kondisi yang kurang menguntungkan, di samping itu juga fungsi mudah dikembang biakkan (http://www.ppi-goettingen.de/mimbar/kliping/probiotik.html)
BAB III
METODE PENULISAN
Penulisan karya tulis ini yaitu dengan metode analisis data, dan pada penulisan karya tulis ini data-data yang digunakan berasal dari data-data sekunder yang diperoleh dari artikel, brosur dan bacaan-bacaan dari internet mengenai informasi dunia peternakan.
BAB IV
PEMBAHASAN
Banyak kendala yang banyak dialami oleh para peternak sapi lokal,diantaranya adalah rendahnya tingkat pertambahan bobot badan, tingkat pertumbuhan sapi, dan panjangnya jarak beranak sapi. Ketiga faktor tersebut antara lain dipengaruhi oleh efisiensi konversi pakan untuk tumbuh dan berkembang biak. Kendala tersebut sekarang dapat diatasi dengan mengintroduksikan suatu Biosuplemen Probiotik ke dalam pakan konsentrat.
Probiotik adalah mikroba hidup dalam media pembawa yang menguntungkan ternak, karena menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi yang optimum untuk pencernaan pakan dan meningkatkan efisiensi konversi pakan, sehingga memudahkan dalam proses penyerapan zat nutrisi ternak, meningkatkan kesehatan ternak, mempercepat pertumbuhan, memperpendek jarak beranak, menurunkan kematian pedet, dan memproteksi dari penyakit pathogen tertentu sehingga dapat meningkatkan produksi susu atau daging (http://portal.bppt.go.id).
Biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat yaitu menambahkan probiotik dalam pakan konsentrat dengan komposisi atau dosis tertentu sesuai kebutuan ternak. Beberapa penelitian mengenai Biosuplemen probiotik ini telah banyak dilakukan.
Hasil kajian yang telah dilakukan pada ternak mampu menaikkan produksi susu 15-20 % dan produksi daging 20 %, sehingga menekan biaya produksi. Pengujian biosuplemen probiotik PSc. terhadap sapi potong di Jawa Barat memberikan pertambahan kenaikan produksi daging mencapai 0,43 Kg per ekor per hari pada sapi Brahman Cross. Sedangkan pada sapi perah memberikan kenaikan produksi susu mencapai 15 % dari produksi normal per ekor per hari pada sapi FH.
Pengujian biosuplemen probiotik PSc. kombinasi dengan Bioplus terhadap sapi potong di Jawa Barat memberikan kenaikan calving rate 50 % yaitu dari rata-rata 1,5 menjadi 1 per ekor per tahun atau dari rata-rata 2 ekor anakan dalam 3 tahun menjadi 3 ekor anakan dalam 3 tahun pada sapi jenis Peranakan Ongol. Probiotik Untuk Sapi Biotek-BPPT telah memproduksi biosuplemen probiotik kultur tunggal Saccharomyces cerevisiae (PSc) dan telah diuji pada beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Hasil pengujian menunjukkan respon yang positif terhadap pertumbuhan ternak sapi, peningkatan produksi susu antara 10-15 % dan peningkatan produksi daging mencapai 20 %. Komposisi Biosuplemen Probiotik PSc terdiri dari : Mikroba Sc : 5.2 x 1011, Protein : 13-15 %, Karbohidrat : 32-35 %, Lemak : 5-10 %, Mineral dan Vitamin 1-2 %.
Dosis untuk sapi perah : 1,5 + 2,5 kg per ton pakan konsentrat, sedangkan sapi potong : 2 + 3 kg per ton pakan konsentrat. Adapun mekanisme kerjanya yaitu Psc mengontrol bakteri dalam saluran pencernaan sehingga mikroflora saluran pencernaan menjadi seimbang, merangsang produksi enzim yang diperlukan untuk pencernaan pakan ternak sehingga memudahkan proses penyerapan zat nutrisi, merangsang peningkatan nafsu makan ternak sehingga dapat meningkatkan kesehatan ternak dan produksi susu ataupun daging.
Sejauh ini belum dilaporkan efek negatif dari penggunaan PSc. Yeast Culture (YC) yang diproduksi perusahaan Diamond V. dari Amerika mengandung Saccharomyces cerevisiae yang ditumbuhkan pada media : ground yellow corn, hominy feed, corn gluten feed, wheat middlings, rye middlings, diastatic malt and corn syrup, and cane molasses. Analisa sampel YC menunjukan komposisi : crude protein 14 %, crude lemak 2,5 %, crude serat kasar 8 %, vitamin dan mineral antara lain : Vitamins Per Lb. Thiamin 5.0 mg Riboflavin 3.0 mg Pyidoxine 4.0 mg Vitamin B12 6.0 ug Minerals Calcium (Ca) 0.30 % Phosphorus (P) 0.70 % Magnesium (Mg) 0.10 % Per Lb. Manganese (Mn) 25.0 mg Iron (Fe) 60.0 mg Cobalt (Co) 0.9 mg Pasar Probiotik Beberapa jenis probiotik produksi Korea (CYC), produksi Amerika (YC, Diamond V), dan produksi beberapa negara lain seperti Inggris serta Thailand bisa ditemukan di pasar peternakan Indonesia. Tetapi data tentang captive market probiotik di Indonesia belum diketahui dengan pasti. Namun demikian melalui beberapa metoda pendekatan dapat diproyeksikan kebutuhan pasar potensial probiotik di Indonesia
Kebutuhan daging sapi nasional rata-rata per tahun mencapai 350 ribu ton, sedangkan produksi daging sapi nasional baru mencapai 34 ribu ton (± 10%) yang dipenuhi dari peternakan rakyat (sapi lokal). Kekurangan produksi daging nasional sekitar 90 % dipenuhi dari peternakan perusahaan (feedlotter) yang menggunakan sapi bakalan impor yang rata-rata per tahun mencapai 350 ribu ekor (ditjennak, 1999). Jumlah tersebut dari tingkat konsumsi daging per kapita masyarakat Indonesia yang masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan tingkat konsumsi daging per kapita negara berkembang maupun negara maju.
Peluang untuk usaha probiotik masih terbuka lebar di Indonesia, karena pengembangan usaha peternakan sapi potong akan membuka pasar probiotik di masa depan. Potensi pasar usaha penggemukan ternak sapi potong di Indonesia masih terbuka luas mengingat kebutuhan daging sapi masih sangat kurang. Menurut data Asosiasi Pedagang Daging dan Feedlotter Indonesia (Apfindo), setiap tahun diimpor sapi bakalan dari Australia sekitar 300 ribu ekor dengan nilai sekitar 1,5 triliun rupiah untuk digemukan dan dipotong di Indonesia atau di ekspor kembali ke negara lain seperti Arab Saudi, Singapura, Malaysia dan Filipina. Mengingat populasi sapi di Indonesia yang masih rendah sekitar 12 juta ekor, impor sapi sebesar 300 ribu akan dapat meningkatkan populasi ternak sapi di Indonesia sebesar 600 ribu. Pengiriman ternak sapi bakalan terbesar masuk ke wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Hal ini karena kebutuhan pemotongan ternak sapi yang cukup tinggi untuk ketiga wilayah tersebut di atas. Untuk DKI Jakarta pemotongan tahun 1998 mencapai 177.381 ekor sedangkan Jawa Barat sebanyak 367.486 ekor dan Jawa Timur mencapai 480.397 ekor. Sebagian besar ternak didatangkan dari luar jawa termasuk propinsi NTB dan NTT disamping dari Australia.
Dari data populasi ternak sapi, jumlah ternak sapi potong di Indonesia sekitar 12 juta ekor dan ternak sapi perah sekitar 176 ribu ekor. Berdasarkan data-data tersebut diatas bisa diproyeksikan potensi kebutuhan probiotik untuk ternak sapi. Proyeksi potensi kebutuhan probiotik untuk kedua jenis ternak tersebut bisa mencapai 22.500 ton per tahun yang setara dengan nilai $ US 73 juta.
Dari jumlah tersebut, pasar yang dapat disuplai produksi probiotik lokal sekitar 3.327 ton per tahun. Investasi Industri Probiotik Mengingat kebutuhan probiotik untuk saat ini maupun masa-masa yang akan datang guna memacu produktivitas ternak sapi lokal yang makin meningkat maka kiranya perlu dijajagi kemungkinan mendirikan usaha industri probiotik lokal. Hal tersebut disamping bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi lokal juga dimaksudkan untuk mengembangkan kegiatan riset produk probiotik agar bisa diterima di manca negara.
Biotek-BPPT saat ini sudah mampu memproduksi Biosuplemen Probiotik tunggal skala lab. yang hanya mencapai 5 ton per tahun. Peningkatan kapasitas produksi probiotik Biotek dapat ditingkatkan hingga mencapai 200 ton/tahun. Untuk itu diperlukan investasi tambahan sekitar Rp2.000.000.000,- yang akan dipergunakan untuk membangun plant produksi probiotik, packing dan sarana distribusi produk.
Harga produk PSc. yang ditawarkan saat ini Rp20.000,-. Keunggulan PSc. produksi Biotek-BPPT dibanding CYC dari Korea adalah harga yang lebih kompetitif dengan hasil daya kerja yang relatif sama. Sedangkan keunggulannya PSC dibanding YC produksi Amerika adalah jumlah dosis pemakaian yang relatif lebih kecil.
Begitu besarnya manfaat penggunaan mikro-organisme sebagai bahan aditif pakan ternak, pada saat ini industri pakan di berbagai negara sedang mengembangkan teknik pembudidayaan jenis-jenis bakteri, jamur dan protozoa, yang dikemas dalam bentuk pakan ternak untuk diperjualbelikan.
Penggunaan probiotik di masyarakat sudah tidak asing lagi. Sebetulnya para peternak tidak ada yang keberatan, bahkan merasa cocok dan diuntungkan dengan pemakaian Probiotik. Hanya terkadang beberapa pekerja kandang merasa memperoleh tambahan pekerjaan yaitu harus mencampur probiotik dengan pakan.
(http://infovet.blogspot.com/2008/07/probiotik-dalam-pakan-rangsang.html)
Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya dalam penggunaan probiotik dan metode pemberiannya yang mudah agar tidak membingungkan dan merepotkan para peternak. Selain itu teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan probiotik, yakni dengan mengadakan penyuluhan atau ikut serta dengan para penyuluh lapangan sebulan sekali, pertemuan di balai desa dengan anggota kandang kelompok dan praktik langsung di lapangan. Teknik tersebut dapat memudahkan komunikasi dan penyampaian keluhan dan dapat mendistribusikan langsung probiotik-probiotik tersebut kepada agen-agen penjualan di berbagai desa sehingga memudahkan peternak untuk mendapatkan probiotik tersebut.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari permasalahan di atasdapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :
1.Cara mengurangi dan mencegah kendala yang terjadi dalam peningkatan produktivitas ternak sapi yaitu dengan mengintroduksikan suatu biosuplemen probiotik ke dalam pakan konsentrat.
2.Biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat yaitu menambahkan probiotik dalam pakan konsentrat dengan komposisi atau dosis tertentu sesuai kebutuan ternak.
3.Mekanisme kerja Biosuplemen probiotik (Psc) yaitu mengontrol bakteri dalam saluran pencernaan sehingga mikroflora saluran pencernaan menjadi seimbang, merangsang produksi enzim yang diperlukan untuk pencernaan pakan ternak sehingga memudahkan proses penyerapan zat nutrisi, merangsang peningkatan nafsu makan ternak sehingga dapat meningkatkan kesehatan ternak dan produksi susu ataupun daging.
4.Investasi industri probiotik masih terbuka lebar mengingat kebutuhan probiotik untuk saat ini makin meningkat maka kiranya perlu dijajagi kemungkinan mendirikan usaha industri probiotik lokal.
5.Teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan probiotik di masyarakat adalah dengan mengadakan penyuluhan atau ikut serta dengan para penyuluh lapangan sebulan sekali, pertemuan di balai desa dengan anggota kandang kelompok dan praktik langsung di lapangan.
Saran
1.Penggunaan probiotik perlu terus ditingkatkan agar dapat meningkatkan produktivitas ternak sapi.
2.Bila produktivitas ternak sapi mampu ditingkatkan, maka dapat mendorong tercipta dan suksesnya NTB BSS.
DAFTAR PUSTAKA
http://portal.bppt.go.id
http://www.ppi-goettingen.de/mimbar/kliping/probiotik.html
http://infovet.blogspot.com/2008/07/probiotik-dalam-pakan-rangsang.html
http://www.agrina-online.com/show_article.php?rid=7&aid=114011 December 2007
DI SUSUN SEBAGAI SYARAT BEASISWA
OLEH : RIA HARMAYANI
BIB 007 019
FAKULTAS PETERNAKAN-UNIVERSITAS MATARAM
2010
BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
Setelah sukses dengan gelar NTB sebagai “Bumi Gora”dan swasembada beras pada tahun 1980-an kini pemerintah Nusa Tenggara Barat di tahun 2008 lalu, telah mencanangkan NTB sebagai “Bumi Sejuta Sapi” sehingga NTB merupakan wilayah pengembangan peternakan “Sapi” untuk meningkatkan ekonomi, daya beli, kesehatan, kecerdasan, dan kesejahteraan masyarakatnya.
Maju mundurnya dunia peternakan sangat tergantung pada peran serta kita dalam menangani dunia peternakan itu sendiri. Peternakan sebagai pelaku utama dalam pembangunan, dituntut untuk berbuat yang mengacu pada upaya bagaimana cara menangani, mengembangkan dan membudidayakan ternak, sehingga dengan demikian ternak dapat berhasil guna dan berdaya guna.
Peternakan sapi merupakan salah satu bidang agro industri yang berperan dalam pembangunan nasional. Namun, banyak kendala yang sering dialami oleh para peternak sapi lokal,diantaranya adalah rendahnya tingkat pertambahan bobot badan, tingkat pertumbuhan sapi, dan panjangnya jarak beranak sapi. Ketiga faktor tersebut antara lain dipengaruhi oleh efisiensi konversi pakan untuk tumbuh dan berkembang biak. Kendala tersebut sekarang dapat diatasi dengan mengintroduksikan suatu Biosuplemen Probiotik ke dalam pakan konsentrat.
Informasi dari karya tulis ini diharapkan dapat memberikan informasi dan tambahan pengetahuan bagi para pembaca, agar dapat mendorong perubahan peternakan sapi yang lebih baik, sehingga dapat mendukung terciptanya Nusa Tenggara Barat menjadi ”Bumi Sejuta Sapi”.
1.2 Rumusan Masalah
1.Bagaimana cara mengurangi dan mencegah kendala yang terjadi dalam peningkatan produktivitas ternak sapi?
2.Bagaimana mekanisme kerja biosuplemen probiotik?
3.Apa manfaat penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat, khususnya bagi ternak sapi?
4.Bagaimana peluang usaha probiotik di Indonesia?
5.Bagaimana teknik-teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan probiotik yang dapat menguntungkan industri pakan dan para peternak?
1.3 Tujuan Penulisan
Karya tulis ini bertujuan untuk :
1.Mengetahui bagaiman penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat dan mekanisme kerjanya,
2.Mengetahui manfaat penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat, khususnya ternak sapi,
3.Mengetahui bagaimana potensi kebutuhan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat di Indonesia, serta analisis usaha ternak sapi yang menggunakan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat.
1.4 Manfaat Penulisan
Karya tulis ini memiliki manfaat sebagai berikut :
1.Sebagai media informasi bagi masyarakat peternak sapi bahwa telah ada terobosan baru yang bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas sapi yaitu biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat,
2.Sebagai media pembelajaran untuk dapat lebih memahami biosuplemen probiotik dan bagaimana mekanisme kerjanya,
3.Mengetahui teknik-teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat, khususnya ternak sapi,
4.Memberi informasi mengenai peluang usaha probiotik di Indonesia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Bogor, Jabar, probiotik adalah mikroba hidup dalam media pembawa yang menguntungkan ternak. Mikroba itu mampu menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi optimum untuk pencernaan pakan, dan meningkatkan efisiensi konversi pakan. Zat nutrisi pakan pun menjadi mudah diserap.
Manfaat lain adalah meningkatkan kesehatan ternak, mempercepat pertumbuhan, memperpendek jarak beranak, menurunkan kematian pedet, dan memproteksi dari penyakit penyebab penyakit tertentu. Pada akhirnya probiotik dapat meningkatkan produksi daging maupun susu.
Di pasaran, kita mengenal beberapa bioteknologi probiotik yang sudah lama beredar seperti Starbio, Bioplus, dan Biosuplemen. Beragam formula itu menawarkan beberapa kelebihan yang berbeda (http://www.agrina-online.com/show_article.php?rid=7&aid=114011 December 2007).
Probiotik adalah mikroba hidup dalam media pembawa yang menguntungkan ternak, karena menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi yang optimum untuk pencernaan pakan dan meningkatkan efisiensi konversi pakan sehingga memudahkan dalam proses penyerapan zat nutrisi ternak, meningkatkan kesehatan ternak, mempercepat pertumbuhan, memperpendek jarak beranak, menurunkan kematian pedet, dan memproteksi dari penyakit pathogen tertentu sehingga dapat meningkatkan produksi susu atau daging (http://portal.bppt.go.id).
Probiotik tergolong dalam makanan fungsional, di mana bahan makanan ini mengandung komponen-komponen yang dapat meningkatkan kesehatan ternak dengan cara memanipulasi komposisi bakteri yang ada dalam saluran pencernaan ternak. Sebagai pengganti antibiotik nutritionist merekomendasikan peternak menggunakan probiotik sebagai bahan aditif.
Selain itu probiotik merupakan mikro-organisme yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan ternak tanpa mengakibatkan terjadinya proses penyerapan komponen probiotik dalam tubuh ternak, sehingga tidak terdapat residu dan tidak terjadinya mutasi pada ternak.
Mekanisme kerja probiotik yakni pada saat ternak mengalami stres, keseimbangan mikro-organisme dalam saluran pencernaan terganggu, mengakibatkan sistem pertahanan tubuh menurun dan bakteri-bakteri pathogen berkembang dengan cepat. Pemberian probiotik dapat menjaga keseimbangan komposisi mikro-organisme dalam sistem pencernaan ternak berakibat meningkatnya daya cerna bahan pakan dan menjaga kesehatan ternak. Probiotik juga dapat meningkatkan kekebalan (immunity), mencegah alergi makanan dan kanker (colon cancer).
Manfaat pemberian probiotik adalah sebagai bahan aditif ditunjukkan dengan meningkatnya ketersediaan lemak dan protein bagi ternak, di samping itu probiotik juga meningkatkan kandungan vitamin B kompleks melalui fermentasi makanan.
Pengaruh probiotik berdasarkan beberapa penelitian yang berkaitan dengan pemberian probiotik terhadap pakan ternak yang telah banyak dilakukan yaitu pemberian Lactobacillus acidophilus pada pakan ternak meningkatkan pertambahan berat badan sapi dan efesiensi makanan, sementara tingkat kematian ternak sapi menurun dari 7,5 persen menjadi 1,5 persen akibat pemberian probiotik.
Di samping bakteri, fungsi juga digunakan sebagai probiotik. Saccharomyces cerevisiea dan Aspergillus oryzae merupakan jenis fungi yang banyak digunakan dalam pakan ternak. Saccharomyces cerevisiea mempunyai karakteristik khusus dalam pakan ternak karena kemampuannya memproduksi asam glutamat yang dapat meningkatkan palatability dari pakan tersebut. Berbeda dengan bakteri, fungsi merupakan mikro-organisme yang mempunyai tingkat resisten yang tinggi dan dapat hidup pada kondisi yang kurang menguntungkan, di samping itu juga fungsi mudah dikembang biakkan (http://www.ppi-goettingen.de/mimbar/kliping/probiotik.html)
BAB III
METODE PENULISAN
Penulisan karya tulis ini yaitu dengan metode analisis data, dan pada penulisan karya tulis ini data-data yang digunakan berasal dari data-data sekunder yang diperoleh dari artikel, brosur dan bacaan-bacaan dari internet mengenai informasi dunia peternakan.
BAB IV
PEMBAHASAN
Banyak kendala yang banyak dialami oleh para peternak sapi lokal,diantaranya adalah rendahnya tingkat pertambahan bobot badan, tingkat pertumbuhan sapi, dan panjangnya jarak beranak sapi. Ketiga faktor tersebut antara lain dipengaruhi oleh efisiensi konversi pakan untuk tumbuh dan berkembang biak. Kendala tersebut sekarang dapat diatasi dengan mengintroduksikan suatu Biosuplemen Probiotik ke dalam pakan konsentrat.
Probiotik adalah mikroba hidup dalam media pembawa yang menguntungkan ternak, karena menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi yang optimum untuk pencernaan pakan dan meningkatkan efisiensi konversi pakan, sehingga memudahkan dalam proses penyerapan zat nutrisi ternak, meningkatkan kesehatan ternak, mempercepat pertumbuhan, memperpendek jarak beranak, menurunkan kematian pedet, dan memproteksi dari penyakit pathogen tertentu sehingga dapat meningkatkan produksi susu atau daging (http://portal.bppt.go.id).
Biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat yaitu menambahkan probiotik dalam pakan konsentrat dengan komposisi atau dosis tertentu sesuai kebutuan ternak. Beberapa penelitian mengenai Biosuplemen probiotik ini telah banyak dilakukan.
Hasil kajian yang telah dilakukan pada ternak mampu menaikkan produksi susu 15-20 % dan produksi daging 20 %, sehingga menekan biaya produksi. Pengujian biosuplemen probiotik PSc. terhadap sapi potong di Jawa Barat memberikan pertambahan kenaikan produksi daging mencapai 0,43 Kg per ekor per hari pada sapi Brahman Cross. Sedangkan pada sapi perah memberikan kenaikan produksi susu mencapai 15 % dari produksi normal per ekor per hari pada sapi FH.
Pengujian biosuplemen probiotik PSc. kombinasi dengan Bioplus terhadap sapi potong di Jawa Barat memberikan kenaikan calving rate 50 % yaitu dari rata-rata 1,5 menjadi 1 per ekor per tahun atau dari rata-rata 2 ekor anakan dalam 3 tahun menjadi 3 ekor anakan dalam 3 tahun pada sapi jenis Peranakan Ongol. Probiotik Untuk Sapi Biotek-BPPT telah memproduksi biosuplemen probiotik kultur tunggal Saccharomyces cerevisiae (PSc) dan telah diuji pada beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Hasil pengujian menunjukkan respon yang positif terhadap pertumbuhan ternak sapi, peningkatan produksi susu antara 10-15 % dan peningkatan produksi daging mencapai 20 %. Komposisi Biosuplemen Probiotik PSc terdiri dari : Mikroba Sc : 5.2 x 1011, Protein : 13-15 %, Karbohidrat : 32-35 %, Lemak : 5-10 %, Mineral dan Vitamin 1-2 %.
Dosis untuk sapi perah : 1,5 + 2,5 kg per ton pakan konsentrat, sedangkan sapi potong : 2 + 3 kg per ton pakan konsentrat. Adapun mekanisme kerjanya yaitu Psc mengontrol bakteri dalam saluran pencernaan sehingga mikroflora saluran pencernaan menjadi seimbang, merangsang produksi enzim yang diperlukan untuk pencernaan pakan ternak sehingga memudahkan proses penyerapan zat nutrisi, merangsang peningkatan nafsu makan ternak sehingga dapat meningkatkan kesehatan ternak dan produksi susu ataupun daging.
Sejauh ini belum dilaporkan efek negatif dari penggunaan PSc. Yeast Culture (YC) yang diproduksi perusahaan Diamond V. dari Amerika mengandung Saccharomyces cerevisiae yang ditumbuhkan pada media : ground yellow corn, hominy feed, corn gluten feed, wheat middlings, rye middlings, diastatic malt and corn syrup, and cane molasses. Analisa sampel YC menunjukan komposisi : crude protein 14 %, crude lemak 2,5 %, crude serat kasar 8 %, vitamin dan mineral antara lain : Vitamins Per Lb. Thiamin 5.0 mg Riboflavin 3.0 mg Pyidoxine 4.0 mg Vitamin B12 6.0 ug Minerals Calcium (Ca) 0.30 % Phosphorus (P) 0.70 % Magnesium (Mg) 0.10 % Per Lb. Manganese (Mn) 25.0 mg Iron (Fe) 60.0 mg Cobalt (Co) 0.9 mg Pasar Probiotik Beberapa jenis probiotik produksi Korea (CYC), produksi Amerika (YC, Diamond V), dan produksi beberapa negara lain seperti Inggris serta Thailand bisa ditemukan di pasar peternakan Indonesia. Tetapi data tentang captive market probiotik di Indonesia belum diketahui dengan pasti. Namun demikian melalui beberapa metoda pendekatan dapat diproyeksikan kebutuhan pasar potensial probiotik di Indonesia
Kebutuhan daging sapi nasional rata-rata per tahun mencapai 350 ribu ton, sedangkan produksi daging sapi nasional baru mencapai 34 ribu ton (± 10%) yang dipenuhi dari peternakan rakyat (sapi lokal). Kekurangan produksi daging nasional sekitar 90 % dipenuhi dari peternakan perusahaan (feedlotter) yang menggunakan sapi bakalan impor yang rata-rata per tahun mencapai 350 ribu ekor (ditjennak, 1999). Jumlah tersebut dari tingkat konsumsi daging per kapita masyarakat Indonesia yang masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan tingkat konsumsi daging per kapita negara berkembang maupun negara maju.
Peluang untuk usaha probiotik masih terbuka lebar di Indonesia, karena pengembangan usaha peternakan sapi potong akan membuka pasar probiotik di masa depan. Potensi pasar usaha penggemukan ternak sapi potong di Indonesia masih terbuka luas mengingat kebutuhan daging sapi masih sangat kurang. Menurut data Asosiasi Pedagang Daging dan Feedlotter Indonesia (Apfindo), setiap tahun diimpor sapi bakalan dari Australia sekitar 300 ribu ekor dengan nilai sekitar 1,5 triliun rupiah untuk digemukan dan dipotong di Indonesia atau di ekspor kembali ke negara lain seperti Arab Saudi, Singapura, Malaysia dan Filipina. Mengingat populasi sapi di Indonesia yang masih rendah sekitar 12 juta ekor, impor sapi sebesar 300 ribu akan dapat meningkatkan populasi ternak sapi di Indonesia sebesar 600 ribu. Pengiriman ternak sapi bakalan terbesar masuk ke wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Hal ini karena kebutuhan pemotongan ternak sapi yang cukup tinggi untuk ketiga wilayah tersebut di atas. Untuk DKI Jakarta pemotongan tahun 1998 mencapai 177.381 ekor sedangkan Jawa Barat sebanyak 367.486 ekor dan Jawa Timur mencapai 480.397 ekor. Sebagian besar ternak didatangkan dari luar jawa termasuk propinsi NTB dan NTT disamping dari Australia.
Dari data populasi ternak sapi, jumlah ternak sapi potong di Indonesia sekitar 12 juta ekor dan ternak sapi perah sekitar 176 ribu ekor. Berdasarkan data-data tersebut diatas bisa diproyeksikan potensi kebutuhan probiotik untuk ternak sapi. Proyeksi potensi kebutuhan probiotik untuk kedua jenis ternak tersebut bisa mencapai 22.500 ton per tahun yang setara dengan nilai $ US 73 juta.
Dari jumlah tersebut, pasar yang dapat disuplai produksi probiotik lokal sekitar 3.327 ton per tahun. Investasi Industri Probiotik Mengingat kebutuhan probiotik untuk saat ini maupun masa-masa yang akan datang guna memacu produktivitas ternak sapi lokal yang makin meningkat maka kiranya perlu dijajagi kemungkinan mendirikan usaha industri probiotik lokal. Hal tersebut disamping bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi lokal juga dimaksudkan untuk mengembangkan kegiatan riset produk probiotik agar bisa diterima di manca negara.
Biotek-BPPT saat ini sudah mampu memproduksi Biosuplemen Probiotik tunggal skala lab. yang hanya mencapai 5 ton per tahun. Peningkatan kapasitas produksi probiotik Biotek dapat ditingkatkan hingga mencapai 200 ton/tahun. Untuk itu diperlukan investasi tambahan sekitar Rp2.000.000.000,- yang akan dipergunakan untuk membangun plant produksi probiotik, packing dan sarana distribusi produk.
Harga produk PSc. yang ditawarkan saat ini Rp20.000,-. Keunggulan PSc. produksi Biotek-BPPT dibanding CYC dari Korea adalah harga yang lebih kompetitif dengan hasil daya kerja yang relatif sama. Sedangkan keunggulannya PSC dibanding YC produksi Amerika adalah jumlah dosis pemakaian yang relatif lebih kecil.
Begitu besarnya manfaat penggunaan mikro-organisme sebagai bahan aditif pakan ternak, pada saat ini industri pakan di berbagai negara sedang mengembangkan teknik pembudidayaan jenis-jenis bakteri, jamur dan protozoa, yang dikemas dalam bentuk pakan ternak untuk diperjualbelikan.
Penggunaan probiotik di masyarakat sudah tidak asing lagi. Sebetulnya para peternak tidak ada yang keberatan, bahkan merasa cocok dan diuntungkan dengan pemakaian Probiotik. Hanya terkadang beberapa pekerja kandang merasa memperoleh tambahan pekerjaan yaitu harus mencampur probiotik dengan pakan.
(http://infovet.blogspot.com/2008/07/probiotik-dalam-pakan-rangsang.html)
Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya dalam penggunaan probiotik dan metode pemberiannya yang mudah agar tidak membingungkan dan merepotkan para peternak. Selain itu teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan probiotik, yakni dengan mengadakan penyuluhan atau ikut serta dengan para penyuluh lapangan sebulan sekali, pertemuan di balai desa dengan anggota kandang kelompok dan praktik langsung di lapangan. Teknik tersebut dapat memudahkan komunikasi dan penyampaian keluhan dan dapat mendistribusikan langsung probiotik-probiotik tersebut kepada agen-agen penjualan di berbagai desa sehingga memudahkan peternak untuk mendapatkan probiotik tersebut.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari permasalahan di atasdapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :
1.Cara mengurangi dan mencegah kendala yang terjadi dalam peningkatan produktivitas ternak sapi yaitu dengan mengintroduksikan suatu biosuplemen probiotik ke dalam pakan konsentrat.
2.Biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat yaitu menambahkan probiotik dalam pakan konsentrat dengan komposisi atau dosis tertentu sesuai kebutuan ternak.
3.Mekanisme kerja Biosuplemen probiotik (Psc) yaitu mengontrol bakteri dalam saluran pencernaan sehingga mikroflora saluran pencernaan menjadi seimbang, merangsang produksi enzim yang diperlukan untuk pencernaan pakan ternak sehingga memudahkan proses penyerapan zat nutrisi, merangsang peningkatan nafsu makan ternak sehingga dapat meningkatkan kesehatan ternak dan produksi susu ataupun daging.
4.Investasi industri probiotik masih terbuka lebar mengingat kebutuhan probiotik untuk saat ini makin meningkat maka kiranya perlu dijajagi kemungkinan mendirikan usaha industri probiotik lokal.
5.Teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan probiotik di masyarakat adalah dengan mengadakan penyuluhan atau ikut serta dengan para penyuluh lapangan sebulan sekali, pertemuan di balai desa dengan anggota kandang kelompok dan praktik langsung di lapangan.
Saran
1.Penggunaan probiotik perlu terus ditingkatkan agar dapat meningkatkan produktivitas ternak sapi.
2.Bila produktivitas ternak sapi mampu ditingkatkan, maka dapat mendorong tercipta dan suksesnya NTB BSS.
DAFTAR PUSTAKA
http://portal.bppt.go.id
http://www.ppi-goettingen.de/mimbar/kliping/probiotik.html
http://infovet.blogspot.com/2008/07/probiotik-dalam-pakan-rangsang.html
http://www.agrina-online.com/show_article.php?rid=7&aid=114011 December 2007
BIOSUPLEMEN PROBIOTIK UNTUK SUKSESKAN NTB BSS
KARYA TULIS ILMIAH
DI SUSUN SEBAGAI SYARAT BEASISWA
OLEH : RIA HARMAYANI
BIB 007 019
2010
BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
Setelah sukses dengan gelar NTB sebagai “Bumi Gora”dan swasembada beras pada tahun 1980-an kini pemerintah Nusa Tenggara Barat di tahun 2008 lalu, telah mencanangkan NTB sebagai “Bumi Sejuta Sapi” sehingga NTB merupakan wilayah pengembangan peternakan “Sapi” untuk meningkatkan ekonomi, daya beli, kesehatan, kecerdasan, dan kesejahteraan masyarakatnya.
Maju mundurnya dunia peternakan sangat tergantung pada peran serta kita dalam menangani dunia peternakan itu sendiri. Peternakan sebagai pelaku utama dalam pembangunan, dituntut untuk berbuat yang mengacu pada upaya bagaimana cara menangani, mengembangkan dan membudidayakan ternak, sehingga dengan demikian ternak dapat berhasil guna dan berdaya guna.
Peternakan sapi merupakan salah satu bidang agro industri yang berperan dalam pembangunan nasional. Namun, banyak kendala yang sering dialami oleh para peternak sapi lokal,diantaranya adalah rendahnya tingkat pertambahan bobot badan, tingkat pertumbuhan sapi, dan panjangnya jarak beranak sapi. Ketiga faktor tersebut antara lain dipengaruhi oleh efisiensi konversi pakan untuk tumbuh dan berkembang biak. Kendala tersebut sekarang dapat diatasi dengan mengintroduksikan suatu Biosuplemen Probiotik ke dalam pakan konsentrat.
Informasi dari karya tulis ini diharapkan dapat memberikan informasi dan tambahan pengetahuan bagi para pembaca, agar dapat mendorong perubahan peternakan sapi yang lebih baik, sehingga dapat mendukung terciptanya Nusa Tenggara Barat menjadi ”Bumi Sejuta Sapi”.
1.2 Rumusan Masalah
1.Bagaimana cara mengurangi dan mencegah kendala yang terjadi dalam peningkatan produktivitas ternak sapi?
2.Bagaimana mekanisme kerja biosuplemen probiotik?
3.Apa manfaat penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat, khususnya bagi ternak sapi?
4.Bagaimana peluang usaha probiotik di Indonesia?
5.Bagaimana teknik-teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan probiotik yang dapat menguntungkan industri pakan dan para peternak?
1.3 Tujuan Penulisan
Karya tulis ini bertujuan untuk :
1.Mengetahui bagaiman penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat dan mekanisme kerjanya,
2.Mengetahui manfaat penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat, khususnya ternak sapi,
3.Mengetahui bagaimana potensi kebutuhan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat di Indonesia, serta analisis usaha ternak sapi yang menggunakan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat.
1.4 Manfaat Penulisan
Karya tulis ini memiliki manfaat sebagai berikut :
1.Sebagai media informasi bagi masyarakat peternak sapi bahwa telah ada terobosan baru yang bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas sapi yaitu biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat,
2.Sebagai media pembelajaran untuk dapat lebih memahami biosuplemen probiotik dan bagaimana mekanisme kerjanya,
3.Mengetahui teknik-teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat, khususnya ternak sapi,
4.Memberi informasi mengenai peluang usaha probiotik di Indonesia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Bogor, Jabar, probiotik adalah mikroba hidup dalam media pembawa yang menguntungkan ternak. Mikroba itu mampu menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi optimum untuk pencernaan pakan, dan meningkatkan efisiensi konversi pakan. Zat nutrisi pakan pun menjadi mudah diserap.
Manfaat lain adalah meningkatkan kesehatan ternak, mempercepat pertumbuhan, memperpendek jarak beranak, menurunkan kematian pedet, dan memproteksi dari penyakit penyebab penyakit tertentu. Pada akhirnya probiotik dapat meningkatkan produksi daging maupun susu.
Di pasaran, kita mengenal beberapa bioteknologi probiotik yang sudah lama beredar seperti Starbio, Bioplus, dan Biosuplemen. Beragam formula itu menawarkan beberapa kelebihan yang berbeda (http://www.agrina-online.com/show_article.php?rid=7&aid=114011 December 2007).
Probiotik adalah mikroba hidup dalam media pembawa yang menguntungkan ternak, karena menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi yang optimum untuk pencernaan pakan dan meningkatkan efisiensi konversi pakan sehingga memudahkan dalam proses penyerapan zat nutrisi ternak, meningkatkan kesehatan ternak, mempercepat pertumbuhan, memperpendek jarak beranak, menurunkan kematian pedet, dan memproteksi dari penyakit pathogen tertentu sehingga dapat meningkatkan produksi susu atau daging (http://portal.bppt.go.id).
Probiotik tergolong dalam makanan fungsional, di mana bahan makanan ini mengandung komponen-komponen yang dapat meningkatkan kesehatan ternak dengan cara memanipulasi komposisi bakteri yang ada dalam saluran pencernaan ternak. Sebagai pengganti antibiotik nutritionist merekomendasikan peternak menggunakan probiotik sebagai bahan aditif.
Selain itu probiotik merupakan mikro-organisme yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan ternak tanpa mengakibatkan terjadinya proses penyerapan komponen probiotik dalam tubuh ternak, sehingga tidak terdapat residu dan tidak terjadinya mutasi pada ternak.
Mekanisme kerja probiotik yakni pada saat ternak mengalami stres, keseimbangan mikro-organisme dalam saluran pencernaan terganggu, mengakibatkan sistem pertahanan tubuh menurun dan bakteri-bakteri pathogen berkembang dengan cepat. Pemberian probiotik dapat menjaga keseimbangan komposisi mikro-organisme dalam sistem pencernaan ternak berakibat meningkatnya daya cerna bahan pakan dan menjaga kesehatan ternak. Probiotik juga dapat meningkatkan kekebalan (immunity), mencegah alergi makanan dan kanker (colon cancer).
Manfaat pemberian probiotik adalah sebagai bahan aditif ditunjukkan dengan meningkatnya ketersediaan lemak dan protein bagi ternak, di samping itu probiotik juga meningkatkan kandungan vitamin B kompleks melalui fermentasi makanan.
Pengaruh probiotik berdasarkan beberapa penelitian yang berkaitan dengan pemberian probiotik terhadap pakan ternak yang telah banyak dilakukan yaitu pemberian Lactobacillus acidophilus pada pakan ternak meningkatkan pertambahan berat badan sapi dan efesiensi makanan, sementara tingkat kematian ternak sapi menurun dari 7,5 persen menjadi 1,5 persen akibat pemberian probiotik.
Di samping bakteri, fungsi juga digunakan sebagai probiotik. Saccharomyces cerevisiea dan Aspergillus oryzae merupakan jenis fungi yang banyak digunakan dalam pakan ternak. Saccharomyces cerevisiea mempunyai karakteristik khusus dalam pakan ternak karena kemampuannya memproduksi asam glutamat yang dapat meningkatkan palatability dari pakan tersebut. Berbeda dengan bakteri, fungsi merupakan mikro-organisme yang mempunyai tingkat resisten yang tinggi dan dapat hidup pada kondisi yang kurang menguntungkan, di samping itu juga fungsi mudah dikembang biakkan (http://www.ppi-goettingen.de/mimbar/kliping/probiotik.html)
BAB III
METODE PENULISAN
Penulisan karya tulis ini yaitu dengan metode analisis data, dan pada penulisan karya tulis ini data-data yang digunakan berasal dari data-data sekunder yang diperoleh dari artikel, brosur dan bacaan-bacaan dari internet mengenai informasi dunia peternakan.
BAB IV
PEMBAHASAN
Banyak kendala yang banyak dialami oleh para peternak sapi lokal,diantaranya adalah rendahnya tingkat pertambahan bobot badan, tingkat pertumbuhan sapi, dan panjangnya jarak beranak sapi. Ketiga faktor tersebut antara lain dipengaruhi oleh efisiensi konversi pakan untuk tumbuh dan berkembang biak. Kendala tersebut sekarang dapat diatasi dengan mengintroduksikan suatu Biosuplemen Probiotik ke dalam pakan konsentrat.
Probiotik adalah mikroba hidup dalam media pembawa yang menguntungkan ternak, karena menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi yang optimum untuk pencernaan pakan dan meningkatkan efisiensi konversi pakan, sehingga memudahkan dalam proses penyerapan zat nutrisi ternak, meningkatkan kesehatan ternak, mempercepat pertumbuhan, memperpendek jarak beranak, menurunkan kematian pedet, dan memproteksi dari penyakit pathogen tertentu sehingga dapat meningkatkan produksi susu atau daging (http://portal.bppt.go.id).
Biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat yaitu menambahkan probiotik dalam pakan konsentrat dengan komposisi atau dosis tertentu sesuai kebutuan ternak. Beberapa penelitian mengenai Biosuplemen probiotik ini telah banyak dilakukan.
Hasil kajian yang telah dilakukan pada ternak mampu menaikkan produksi susu 15-20 % dan produksi daging 20 %, sehingga menekan biaya produksi. Pengujian biosuplemen probiotik PSc. terhadap sapi potong di Jawa Barat memberikan pertambahan kenaikan produksi daging mencapai 0,43 Kg per ekor per hari pada sapi Brahman Cross. Sedangkan pada sapi perah memberikan kenaikan produksi susu mencapai 15 % dari produksi normal per ekor per hari pada sapi FH.
Pengujian biosuplemen probiotik PSc. kombinasi dengan Bioplus terhadap sapi potong di Jawa Barat memberikan kenaikan calving rate 50 % yaitu dari rata-rata 1,5 menjadi 1 per ekor per tahun atau dari rata-rata 2 ekor anakan dalam 3 tahun menjadi 3 ekor anakan dalam 3 tahun pada sapi jenis Peranakan Ongol. Probiotik Untuk Sapi Biotek-BPPT telah memproduksi biosuplemen probiotik kultur tunggal Saccharomyces cerevisiae (PSc) dan telah diuji pada beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Hasil pengujian menunjukkan respon yang positif terhadap pertumbuhan ternak sapi, peningkatan produksi susu antara 10-15 % dan peningkatan produksi daging mencapai 20 %. Komposisi Biosuplemen Probiotik PSc terdiri dari : Mikroba Sc : 5.2 x 1011, Protein : 13-15 %, Karbohidrat : 32-35 %, Lemak : 5-10 %, Mineral dan Vitamin 1-2 %.
Dosis untuk sapi perah : 1,5 + 2,5 kg per ton pakan konsentrat, sedangkan sapi potong : 2 + 3 kg per ton pakan konsentrat. Adapun mekanisme kerjanya yaitu Psc mengontrol bakteri dalam saluran pencernaan sehingga mikroflora saluran pencernaan menjadi seimbang, merangsang produksi enzim yang diperlukan untuk pencernaan pakan ternak sehingga memudahkan proses penyerapan zat nutrisi, merangsang peningkatan nafsu makan ternak sehingga dapat meningkatkan kesehatan ternak dan produksi susu ataupun daging.
Sejauh ini belum dilaporkan efek negatif dari penggunaan PSc. Yeast Culture (YC) yang diproduksi perusahaan Diamond V. dari Amerika mengandung Saccharomyces cerevisiae yang ditumbuhkan pada media : ground yellow corn, hominy feed, corn gluten feed, wheat middlings, rye middlings, diastatic malt and corn syrup, and cane molasses. Analisa sampel YC menunjukan komposisi : crude protein 14 %, crude lemak 2,5 %, crude serat kasar 8 %, vitamin dan mineral antara lain : Vitamins Per Lb. Thiamin 5.0 mg Riboflavin 3.0 mg Pyidoxine 4.0 mg Vitamin B12 6.0 ug Minerals Calcium (Ca) 0.30 % Phosphorus (P) 0.70 % Magnesium (Mg) 0.10 % Per Lb. Manganese (Mn) 25.0 mg Iron (Fe) 60.0 mg Cobalt (Co) 0.9 mg Pasar Probiotik Beberapa jenis probiotik produksi Korea (CYC), produksi Amerika (YC, Diamond V), dan produksi beberapa negara lain seperti Inggris serta Thailand bisa ditemukan di pasar peternakan Indonesia. Tetapi data tentang captive market probiotik di Indonesia belum diketahui dengan pasti. Namun demikian melalui beberapa metoda pendekatan dapat diproyeksikan kebutuhan pasar potensial probiotik di Indonesia
Kebutuhan daging sapi nasional rata-rata per tahun mencapai 350 ribu ton, sedangkan produksi daging sapi nasional baru mencapai 34 ribu ton (± 10%) yang dipenuhi dari peternakan rakyat (sapi lokal). Kekurangan produksi daging nasional sekitar 90 % dipenuhi dari peternakan perusahaan (feedlotter) yang menggunakan sapi bakalan impor yang rata-rata per tahun mencapai 350 ribu ekor (ditjennak, 1999). Jumlah tersebut dari tingkat konsumsi daging per kapita masyarakat Indonesia yang masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan tingkat konsumsi daging per kapita negara berkembang maupun negara maju.
Peluang untuk usaha probiotik masih terbuka lebar di Indonesia, karena pengembangan usaha peternakan sapi potong akan membuka pasar probiotik di masa depan. Potensi pasar usaha penggemukan ternak sapi potong di Indonesia masih terbuka luas mengingat kebutuhan daging sapi masih sangat kurang. Menurut data Asosiasi Pedagang Daging dan Feedlotter Indonesia (Apfindo), setiap tahun diimpor sapi bakalan dari Australia sekitar 300 ribu ekor dengan nilai sekitar 1,5 triliun rupiah untuk digemukan dan dipotong di Indonesia atau di ekspor kembali ke negara lain seperti Arab Saudi, Singapura, Malaysia dan Filipina. Mengingat populasi sapi di Indonesia yang masih rendah sekitar 12 juta ekor, impor sapi sebesar 300 ribu akan dapat meningkatkan populasi ternak sapi di Indonesia sebesar 600 ribu. Pengiriman ternak sapi bakalan terbesar masuk ke wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Hal ini karena kebutuhan pemotongan ternak sapi yang cukup tinggi untuk ketiga wilayah tersebut di atas. Untuk DKI Jakarta pemotongan tahun 1998 mencapai 177.381 ekor sedangkan Jawa Barat sebanyak 367.486 ekor dan Jawa Timur mencapai 480.397 ekor. Sebagian besar ternak didatangkan dari luar jawa termasuk propinsi NTB dan NTT disamping dari Australia.
Dari data populasi ternak sapi, jumlah ternak sapi potong di Indonesia sekitar 12 juta ekor dan ternak sapi perah sekitar 176 ribu ekor. Berdasarkan data-data tersebut diatas bisa diproyeksikan potensi kebutuhan probiotik untuk ternak sapi. Proyeksi potensi kebutuhan probiotik untuk kedua jenis ternak tersebut bisa mencapai 22.500 ton per tahun yang setara dengan nilai $ US 73 juta.
Dari jumlah tersebut, pasar yang dapat disuplai produksi probiotik lokal sekitar 3.327 ton per tahun. Investasi Industri Probiotik Mengingat kebutuhan probiotik untuk saat ini maupun masa-masa yang akan datang guna memacu produktivitas ternak sapi lokal yang makin meningkat maka kiranya perlu dijajagi kemungkinan mendirikan usaha industri probiotik lokal. Hal tersebut disamping bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi lokal juga dimaksudkan untuk mengembangkan kegiatan riset produk probiotik agar bisa diterima di manca negara.
Biotek-BPPT saat ini sudah mampu memproduksi Biosuplemen Probiotik tunggal skala lab. yang hanya mencapai 5 ton per tahun. Peningkatan kapasitas produksi probiotik Biotek dapat ditingkatkan hingga mencapai 200 ton/tahun. Untuk itu diperlukan investasi tambahan sekitar Rp2.000.000.000,- yang akan dipergunakan untuk membangun plant produksi probiotik, packing dan sarana distribusi produk.
Harga produk PSc. yang ditawarkan saat ini Rp20.000,-. Keunggulan PSc. produksi Biotek-BPPT dibanding CYC dari Korea adalah harga yang lebih kompetitif dengan hasil daya kerja yang relatif sama. Sedangkan keunggulannya PSC dibanding YC produksi Amerika adalah jumlah dosis pemakaian yang relatif lebih kecil.
Begitu besarnya manfaat penggunaan mikro-organisme sebagai bahan aditif pakan ternak, pada saat ini industri pakan di berbagai negara sedang mengembangkan teknik pembudidayaan jenis-jenis bakteri, jamur dan protozoa, yang dikemas dalam bentuk pakan ternak untuk diperjualbelikan.
Penggunaan probiotik di masyarakat sudah tidak asing lagi. Sebetulnya para peternak tidak ada yang keberatan, bahkan merasa cocok dan diuntungkan dengan pemakaian Probiotik. Hanya terkadang beberapa pekerja kandang merasa memperoleh tambahan pekerjaan yaitu harus mencampur probiotik dengan pakan.
(http://infovet.blogspot.com/2008/07/probiotik-dalam-pakan-rangsang.html)
Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya dalam penggunaan probiotik dan metode pemberiannya yang mudah agar tidak membingungkan dan merepotkan para peternak. Selain itu teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan probiotik, yakni dengan mengadakan penyuluhan atau ikut serta dengan para penyuluh lapangan sebulan sekali, pertemuan di balai desa dengan anggota kandang kelompok dan praktik langsung di lapangan. Teknik tersebut dapat memudahkan komunikasi dan penyampaian keluhan dan dapat mendistribusikan langsung probiotik-probiotik tersebut kepada agen-agen penjualan di berbagai desa sehingga memudahkan peternak untuk mendapatkan probiotik tersebut.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari permasalahan di atasdapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :
1.Cara mengurangi dan mencegah kendala yang terjadi dalam peningkatan produktivitas ternak sapi yaitu dengan mengintroduksikan suatu biosuplemen probiotik ke dalam pakan konsentrat.
2.Biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat yaitu menambahkan probiotik dalam pakan konsentrat dengan komposisi atau dosis tertentu sesuai kebutuan ternak.
3.Mekanisme kerja Biosuplemen probiotik (Psc) yaitu mengontrol bakteri dalam saluran pencernaan sehingga mikroflora saluran pencernaan menjadi seimbang, merangsang produksi enzim yang diperlukan untuk pencernaan pakan ternak sehingga memudahkan proses penyerapan zat nutrisi, merangsang peningkatan nafsu makan ternak sehingga dapat meningkatkan kesehatan ternak dan produksi susu ataupun daging.
4.Investasi industri probiotik masih terbuka lebar mengingat kebutuhan probiotik untuk saat ini makin meningkat maka kiranya perlu dijajagi kemungkinan mendirikan usaha industri probiotik lokal.
5.Teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan probiotik di masyarakat adalah dengan mengadakan penyuluhan atau ikut serta dengan para penyuluh lapangan sebulan sekali, pertemuan di balai desa dengan anggota kandang kelompok dan praktik langsung di lapangan.
Saran
1.Penggunaan probiotik perlu terus ditingkatkan agar dapat meningkatkan produktivitas ternak sapi.
2.Bila produktivitas ternak sapi mampu ditingkatkan, maka dapat mendorong tercipta dan suksesnya NTB BSS.
DAFTAR PUSTAKA
http://portal.bppt.go.id
http://www.ppi-goettingen.de/mimbar/kliping/probiotik.html
http://infovet.blogspot.com/2008/07/probiotik-dalam-pakan-rangsang.html
http://www.agrina-online.com/show_article.php?rid=7&aid=114011 December 2007
DI SUSUN SEBAGAI SYARAT BEASISWA
OLEH : RIA HARMAYANI
BIB 007 019
2010
BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
Setelah sukses dengan gelar NTB sebagai “Bumi Gora”dan swasembada beras pada tahun 1980-an kini pemerintah Nusa Tenggara Barat di tahun 2008 lalu, telah mencanangkan NTB sebagai “Bumi Sejuta Sapi” sehingga NTB merupakan wilayah pengembangan peternakan “Sapi” untuk meningkatkan ekonomi, daya beli, kesehatan, kecerdasan, dan kesejahteraan masyarakatnya.
Maju mundurnya dunia peternakan sangat tergantung pada peran serta kita dalam menangani dunia peternakan itu sendiri. Peternakan sebagai pelaku utama dalam pembangunan, dituntut untuk berbuat yang mengacu pada upaya bagaimana cara menangani, mengembangkan dan membudidayakan ternak, sehingga dengan demikian ternak dapat berhasil guna dan berdaya guna.
Peternakan sapi merupakan salah satu bidang agro industri yang berperan dalam pembangunan nasional. Namun, banyak kendala yang sering dialami oleh para peternak sapi lokal,diantaranya adalah rendahnya tingkat pertambahan bobot badan, tingkat pertumbuhan sapi, dan panjangnya jarak beranak sapi. Ketiga faktor tersebut antara lain dipengaruhi oleh efisiensi konversi pakan untuk tumbuh dan berkembang biak. Kendala tersebut sekarang dapat diatasi dengan mengintroduksikan suatu Biosuplemen Probiotik ke dalam pakan konsentrat.
Informasi dari karya tulis ini diharapkan dapat memberikan informasi dan tambahan pengetahuan bagi para pembaca, agar dapat mendorong perubahan peternakan sapi yang lebih baik, sehingga dapat mendukung terciptanya Nusa Tenggara Barat menjadi ”Bumi Sejuta Sapi”.
1.2 Rumusan Masalah
1.Bagaimana cara mengurangi dan mencegah kendala yang terjadi dalam peningkatan produktivitas ternak sapi?
2.Bagaimana mekanisme kerja biosuplemen probiotik?
3.Apa manfaat penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat, khususnya bagi ternak sapi?
4.Bagaimana peluang usaha probiotik di Indonesia?
5.Bagaimana teknik-teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan probiotik yang dapat menguntungkan industri pakan dan para peternak?
1.3 Tujuan Penulisan
Karya tulis ini bertujuan untuk :
1.Mengetahui bagaiman penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat dan mekanisme kerjanya,
2.Mengetahui manfaat penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat, khususnya ternak sapi,
3.Mengetahui bagaimana potensi kebutuhan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat di Indonesia, serta analisis usaha ternak sapi yang menggunakan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat.
1.4 Manfaat Penulisan
Karya tulis ini memiliki manfaat sebagai berikut :
1.Sebagai media informasi bagi masyarakat peternak sapi bahwa telah ada terobosan baru yang bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas sapi yaitu biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat,
2.Sebagai media pembelajaran untuk dapat lebih memahami biosuplemen probiotik dan bagaimana mekanisme kerjanya,
3.Mengetahui teknik-teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat, khususnya ternak sapi,
4.Memberi informasi mengenai peluang usaha probiotik di Indonesia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Bogor, Jabar, probiotik adalah mikroba hidup dalam media pembawa yang menguntungkan ternak. Mikroba itu mampu menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi optimum untuk pencernaan pakan, dan meningkatkan efisiensi konversi pakan. Zat nutrisi pakan pun menjadi mudah diserap.
Manfaat lain adalah meningkatkan kesehatan ternak, mempercepat pertumbuhan, memperpendek jarak beranak, menurunkan kematian pedet, dan memproteksi dari penyakit penyebab penyakit tertentu. Pada akhirnya probiotik dapat meningkatkan produksi daging maupun susu.
Di pasaran, kita mengenal beberapa bioteknologi probiotik yang sudah lama beredar seperti Starbio, Bioplus, dan Biosuplemen. Beragam formula itu menawarkan beberapa kelebihan yang berbeda (http://www.agrina-online.com/show_article.php?rid=7&aid=114011 December 2007).
Probiotik adalah mikroba hidup dalam media pembawa yang menguntungkan ternak, karena menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi yang optimum untuk pencernaan pakan dan meningkatkan efisiensi konversi pakan sehingga memudahkan dalam proses penyerapan zat nutrisi ternak, meningkatkan kesehatan ternak, mempercepat pertumbuhan, memperpendek jarak beranak, menurunkan kematian pedet, dan memproteksi dari penyakit pathogen tertentu sehingga dapat meningkatkan produksi susu atau daging (http://portal.bppt.go.id).
Probiotik tergolong dalam makanan fungsional, di mana bahan makanan ini mengandung komponen-komponen yang dapat meningkatkan kesehatan ternak dengan cara memanipulasi komposisi bakteri yang ada dalam saluran pencernaan ternak. Sebagai pengganti antibiotik nutritionist merekomendasikan peternak menggunakan probiotik sebagai bahan aditif.
Selain itu probiotik merupakan mikro-organisme yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan ternak tanpa mengakibatkan terjadinya proses penyerapan komponen probiotik dalam tubuh ternak, sehingga tidak terdapat residu dan tidak terjadinya mutasi pada ternak.
Mekanisme kerja probiotik yakni pada saat ternak mengalami stres, keseimbangan mikro-organisme dalam saluran pencernaan terganggu, mengakibatkan sistem pertahanan tubuh menurun dan bakteri-bakteri pathogen berkembang dengan cepat. Pemberian probiotik dapat menjaga keseimbangan komposisi mikro-organisme dalam sistem pencernaan ternak berakibat meningkatnya daya cerna bahan pakan dan menjaga kesehatan ternak. Probiotik juga dapat meningkatkan kekebalan (immunity), mencegah alergi makanan dan kanker (colon cancer).
Manfaat pemberian probiotik adalah sebagai bahan aditif ditunjukkan dengan meningkatnya ketersediaan lemak dan protein bagi ternak, di samping itu probiotik juga meningkatkan kandungan vitamin B kompleks melalui fermentasi makanan.
Pengaruh probiotik berdasarkan beberapa penelitian yang berkaitan dengan pemberian probiotik terhadap pakan ternak yang telah banyak dilakukan yaitu pemberian Lactobacillus acidophilus pada pakan ternak meningkatkan pertambahan berat badan sapi dan efesiensi makanan, sementara tingkat kematian ternak sapi menurun dari 7,5 persen menjadi 1,5 persen akibat pemberian probiotik.
Di samping bakteri, fungsi juga digunakan sebagai probiotik. Saccharomyces cerevisiea dan Aspergillus oryzae merupakan jenis fungi yang banyak digunakan dalam pakan ternak. Saccharomyces cerevisiea mempunyai karakteristik khusus dalam pakan ternak karena kemampuannya memproduksi asam glutamat yang dapat meningkatkan palatability dari pakan tersebut. Berbeda dengan bakteri, fungsi merupakan mikro-organisme yang mempunyai tingkat resisten yang tinggi dan dapat hidup pada kondisi yang kurang menguntungkan, di samping itu juga fungsi mudah dikembang biakkan (http://www.ppi-goettingen.de/mimbar/kliping/probiotik.html)
BAB III
METODE PENULISAN
Penulisan karya tulis ini yaitu dengan metode analisis data, dan pada penulisan karya tulis ini data-data yang digunakan berasal dari data-data sekunder yang diperoleh dari artikel, brosur dan bacaan-bacaan dari internet mengenai informasi dunia peternakan.
BAB IV
PEMBAHASAN
Banyak kendala yang banyak dialami oleh para peternak sapi lokal,diantaranya adalah rendahnya tingkat pertambahan bobot badan, tingkat pertumbuhan sapi, dan panjangnya jarak beranak sapi. Ketiga faktor tersebut antara lain dipengaruhi oleh efisiensi konversi pakan untuk tumbuh dan berkembang biak. Kendala tersebut sekarang dapat diatasi dengan mengintroduksikan suatu Biosuplemen Probiotik ke dalam pakan konsentrat.
Probiotik adalah mikroba hidup dalam media pembawa yang menguntungkan ternak, karena menciptakan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga menciptakan kondisi yang optimum untuk pencernaan pakan dan meningkatkan efisiensi konversi pakan, sehingga memudahkan dalam proses penyerapan zat nutrisi ternak, meningkatkan kesehatan ternak, mempercepat pertumbuhan, memperpendek jarak beranak, menurunkan kematian pedet, dan memproteksi dari penyakit pathogen tertentu sehingga dapat meningkatkan produksi susu atau daging (http://portal.bppt.go.id).
Biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat yaitu menambahkan probiotik dalam pakan konsentrat dengan komposisi atau dosis tertentu sesuai kebutuan ternak. Beberapa penelitian mengenai Biosuplemen probiotik ini telah banyak dilakukan.
Hasil kajian yang telah dilakukan pada ternak mampu menaikkan produksi susu 15-20 % dan produksi daging 20 %, sehingga menekan biaya produksi. Pengujian biosuplemen probiotik PSc. terhadap sapi potong di Jawa Barat memberikan pertambahan kenaikan produksi daging mencapai 0,43 Kg per ekor per hari pada sapi Brahman Cross. Sedangkan pada sapi perah memberikan kenaikan produksi susu mencapai 15 % dari produksi normal per ekor per hari pada sapi FH.
Pengujian biosuplemen probiotik PSc. kombinasi dengan Bioplus terhadap sapi potong di Jawa Barat memberikan kenaikan calving rate 50 % yaitu dari rata-rata 1,5 menjadi 1 per ekor per tahun atau dari rata-rata 2 ekor anakan dalam 3 tahun menjadi 3 ekor anakan dalam 3 tahun pada sapi jenis Peranakan Ongol. Probiotik Untuk Sapi Biotek-BPPT telah memproduksi biosuplemen probiotik kultur tunggal Saccharomyces cerevisiae (PSc) dan telah diuji pada beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Hasil pengujian menunjukkan respon yang positif terhadap pertumbuhan ternak sapi, peningkatan produksi susu antara 10-15 % dan peningkatan produksi daging mencapai 20 %. Komposisi Biosuplemen Probiotik PSc terdiri dari : Mikroba Sc : 5.2 x 1011, Protein : 13-15 %, Karbohidrat : 32-35 %, Lemak : 5-10 %, Mineral dan Vitamin 1-2 %.
Dosis untuk sapi perah : 1,5 + 2,5 kg per ton pakan konsentrat, sedangkan sapi potong : 2 + 3 kg per ton pakan konsentrat. Adapun mekanisme kerjanya yaitu Psc mengontrol bakteri dalam saluran pencernaan sehingga mikroflora saluran pencernaan menjadi seimbang, merangsang produksi enzim yang diperlukan untuk pencernaan pakan ternak sehingga memudahkan proses penyerapan zat nutrisi, merangsang peningkatan nafsu makan ternak sehingga dapat meningkatkan kesehatan ternak dan produksi susu ataupun daging.
Sejauh ini belum dilaporkan efek negatif dari penggunaan PSc. Yeast Culture (YC) yang diproduksi perusahaan Diamond V. dari Amerika mengandung Saccharomyces cerevisiae yang ditumbuhkan pada media : ground yellow corn, hominy feed, corn gluten feed, wheat middlings, rye middlings, diastatic malt and corn syrup, and cane molasses. Analisa sampel YC menunjukan komposisi : crude protein 14 %, crude lemak 2,5 %, crude serat kasar 8 %, vitamin dan mineral antara lain : Vitamins Per Lb. Thiamin 5.0 mg Riboflavin 3.0 mg Pyidoxine 4.0 mg Vitamin B12 6.0 ug Minerals Calcium (Ca) 0.30 % Phosphorus (P) 0.70 % Magnesium (Mg) 0.10 % Per Lb. Manganese (Mn) 25.0 mg Iron (Fe) 60.0 mg Cobalt (Co) 0.9 mg Pasar Probiotik Beberapa jenis probiotik produksi Korea (CYC), produksi Amerika (YC, Diamond V), dan produksi beberapa negara lain seperti Inggris serta Thailand bisa ditemukan di pasar peternakan Indonesia. Tetapi data tentang captive market probiotik di Indonesia belum diketahui dengan pasti. Namun demikian melalui beberapa metoda pendekatan dapat diproyeksikan kebutuhan pasar potensial probiotik di Indonesia
Kebutuhan daging sapi nasional rata-rata per tahun mencapai 350 ribu ton, sedangkan produksi daging sapi nasional baru mencapai 34 ribu ton (± 10%) yang dipenuhi dari peternakan rakyat (sapi lokal). Kekurangan produksi daging nasional sekitar 90 % dipenuhi dari peternakan perusahaan (feedlotter) yang menggunakan sapi bakalan impor yang rata-rata per tahun mencapai 350 ribu ekor (ditjennak, 1999). Jumlah tersebut dari tingkat konsumsi daging per kapita masyarakat Indonesia yang masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan tingkat konsumsi daging per kapita negara berkembang maupun negara maju.
Peluang untuk usaha probiotik masih terbuka lebar di Indonesia, karena pengembangan usaha peternakan sapi potong akan membuka pasar probiotik di masa depan. Potensi pasar usaha penggemukan ternak sapi potong di Indonesia masih terbuka luas mengingat kebutuhan daging sapi masih sangat kurang. Menurut data Asosiasi Pedagang Daging dan Feedlotter Indonesia (Apfindo), setiap tahun diimpor sapi bakalan dari Australia sekitar 300 ribu ekor dengan nilai sekitar 1,5 triliun rupiah untuk digemukan dan dipotong di Indonesia atau di ekspor kembali ke negara lain seperti Arab Saudi, Singapura, Malaysia dan Filipina. Mengingat populasi sapi di Indonesia yang masih rendah sekitar 12 juta ekor, impor sapi sebesar 300 ribu akan dapat meningkatkan populasi ternak sapi di Indonesia sebesar 600 ribu. Pengiriman ternak sapi bakalan terbesar masuk ke wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Hal ini karena kebutuhan pemotongan ternak sapi yang cukup tinggi untuk ketiga wilayah tersebut di atas. Untuk DKI Jakarta pemotongan tahun 1998 mencapai 177.381 ekor sedangkan Jawa Barat sebanyak 367.486 ekor dan Jawa Timur mencapai 480.397 ekor. Sebagian besar ternak didatangkan dari luar jawa termasuk propinsi NTB dan NTT disamping dari Australia.
Dari data populasi ternak sapi, jumlah ternak sapi potong di Indonesia sekitar 12 juta ekor dan ternak sapi perah sekitar 176 ribu ekor. Berdasarkan data-data tersebut diatas bisa diproyeksikan potensi kebutuhan probiotik untuk ternak sapi. Proyeksi potensi kebutuhan probiotik untuk kedua jenis ternak tersebut bisa mencapai 22.500 ton per tahun yang setara dengan nilai $ US 73 juta.
Dari jumlah tersebut, pasar yang dapat disuplai produksi probiotik lokal sekitar 3.327 ton per tahun. Investasi Industri Probiotik Mengingat kebutuhan probiotik untuk saat ini maupun masa-masa yang akan datang guna memacu produktivitas ternak sapi lokal yang makin meningkat maka kiranya perlu dijajagi kemungkinan mendirikan usaha industri probiotik lokal. Hal tersebut disamping bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi lokal juga dimaksudkan untuk mengembangkan kegiatan riset produk probiotik agar bisa diterima di manca negara.
Biotek-BPPT saat ini sudah mampu memproduksi Biosuplemen Probiotik tunggal skala lab. yang hanya mencapai 5 ton per tahun. Peningkatan kapasitas produksi probiotik Biotek dapat ditingkatkan hingga mencapai 200 ton/tahun. Untuk itu diperlukan investasi tambahan sekitar Rp2.000.000.000,- yang akan dipergunakan untuk membangun plant produksi probiotik, packing dan sarana distribusi produk.
Harga produk PSc. yang ditawarkan saat ini Rp20.000,-. Keunggulan PSc. produksi Biotek-BPPT dibanding CYC dari Korea adalah harga yang lebih kompetitif dengan hasil daya kerja yang relatif sama. Sedangkan keunggulannya PSC dibanding YC produksi Amerika adalah jumlah dosis pemakaian yang relatif lebih kecil.
Begitu besarnya manfaat penggunaan mikro-organisme sebagai bahan aditif pakan ternak, pada saat ini industri pakan di berbagai negara sedang mengembangkan teknik pembudidayaan jenis-jenis bakteri, jamur dan protozoa, yang dikemas dalam bentuk pakan ternak untuk diperjualbelikan.
Penggunaan probiotik di masyarakat sudah tidak asing lagi. Sebetulnya para peternak tidak ada yang keberatan, bahkan merasa cocok dan diuntungkan dengan pemakaian Probiotik. Hanya terkadang beberapa pekerja kandang merasa memperoleh tambahan pekerjaan yaitu harus mencampur probiotik dengan pakan.
(http://infovet.blogspot.com/2008/07/probiotik-dalam-pakan-rangsang.html)
Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya dalam penggunaan probiotik dan metode pemberiannya yang mudah agar tidak membingungkan dan merepotkan para peternak. Selain itu teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan probiotik, yakni dengan mengadakan penyuluhan atau ikut serta dengan para penyuluh lapangan sebulan sekali, pertemuan di balai desa dengan anggota kandang kelompok dan praktik langsung di lapangan. Teknik tersebut dapat memudahkan komunikasi dan penyampaian keluhan dan dapat mendistribusikan langsung probiotik-probiotik tersebut kepada agen-agen penjualan di berbagai desa sehingga memudahkan peternak untuk mendapatkan probiotik tersebut.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari permasalahan di atasdapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :
1.Cara mengurangi dan mencegah kendala yang terjadi dalam peningkatan produktivitas ternak sapi yaitu dengan mengintroduksikan suatu biosuplemen probiotik ke dalam pakan konsentrat.
2.Biosuplemen probiotik dalam pakan konsentrat yaitu menambahkan probiotik dalam pakan konsentrat dengan komposisi atau dosis tertentu sesuai kebutuan ternak.
3.Mekanisme kerja Biosuplemen probiotik (Psc) yaitu mengontrol bakteri dalam saluran pencernaan sehingga mikroflora saluran pencernaan menjadi seimbang, merangsang produksi enzim yang diperlukan untuk pencernaan pakan ternak sehingga memudahkan proses penyerapan zat nutrisi, merangsang peningkatan nafsu makan ternak sehingga dapat meningkatkan kesehatan ternak dan produksi susu ataupun daging.
4.Investasi industri probiotik masih terbuka lebar mengingat kebutuhan probiotik untuk saat ini makin meningkat maka kiranya perlu dijajagi kemungkinan mendirikan usaha industri probiotik lokal.
5.Teknik untuk lebih mensosialisasikan penggunaan probiotik di masyarakat adalah dengan mengadakan penyuluhan atau ikut serta dengan para penyuluh lapangan sebulan sekali, pertemuan di balai desa dengan anggota kandang kelompok dan praktik langsung di lapangan.
Saran
1.Penggunaan probiotik perlu terus ditingkatkan agar dapat meningkatkan produktivitas ternak sapi.
2.Bila produktivitas ternak sapi mampu ditingkatkan, maka dapat mendorong tercipta dan suksesnya NTB BSS.
DAFTAR PUSTAKA
http://portal.bppt.go.id
http://www.ppi-goettingen.de/mimbar/kliping/probiotik.html
http://infovet.blogspot.com/2008/07/probiotik-dalam-pakan-rangsang.html
http://www.agrina-online.com/show_article.php?rid=7&aid=114011 December 2007
Langganan:
Postingan (Atom)